Jumat, 24 April 2026

Rote Ndao Terkini

DPRD Rote Ndao Kritik PLN Imbas "Tradisi" Mati Lampu Saat Cuaca Buruk

keterlambatan distribusi BBM ke PLTD bukan persoalan baru, melainkan masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
Suasana SPBU Metina, Kecamatan Lobalain, Senin (26/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy menilai PLN Rote Ndao tidak profesional dalam mengelola layanan kelistrikan
  • Menurutnya, jika setiap tahun cuaca buruk terus dijadikan alasan, itu menunjukkan PLN tidak pernah berbenah
  • Alasan cuaca tidak bisa terus dijadikan pembenaran, mengingat PLN merupakan perusahaan negara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) hingga pemadaman listrik di Kabupaten Rote Ndao sering terjadi akibat cuaca buruk dan sudah menjadi siklus tahunan.

Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan listrik dan memicu kritik keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao terhadap PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao.

Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy menilai PLN Rote Ndao tidak profesional dalam mengelola layanan kelistrikan, khususnya dalam mengantisipasi hambatan distribusi BBM yang hampir setiap tahun terjadi saat cuaca ekstrem.

"Rote Ndao adalah daerah kepulauan dan listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Jika setiap tahun cuaca buruk terus dijadikan alasan, itu menunjukkan PLN tidak pernah berbenah," kata Denison, Rabu (28/1/2026).

Menurut Denison, keterlambatan distribusi BBM ke PLTD bukan persoalan baru, melainkan masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi melalui perencanaan yang matang. 

Ia menegaskan, alasan cuaca tidak bisa terus dijadikan pembenaran, mengingat PLN merupakan perusahaan negara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Kacaukan Pasokan BBM, Bupati Rote Ndao Temui Pertamina

Selain persoalan BBM, Denison juga menyoroti lemahnya pemeliharaan jaringan listrik. 

"Soal pemeliharaan jaringan terkesan formalitas diganti dengan pendekatan pemadaman listrik. Selama ini, selain cuaca, tapi karena pemeliharaan rutin dan gangguan-gangguan sering terjadi bahkan dalam tahun 2025 sampai memasuki tahun 2026 tempo pemadaman cukup tinggi. Tentu menimbulkan gejolak dan pro kontra di masyarakat," lugasnya.

Mewakili DPRD Rote Ndao, Denison  mendesak PLN ULP Rote Ndao segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menyiapkan skema distribusi BBM yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem, agar gangguan listrik tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Rote Ndao berencana memanggil pihak PLN ULP Rote Ndao beserta jajaran terkait untuk meminta penjelasan mengenai langkah antisipasi terhadap kelangkaan BBM dan gangguan pasokan listrik di daerah tersebut. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved