Rote Ndao Terkini
DPRD Rote Ndao Kritik PLN Imbas "Tradisi" Mati Lampu Saat Cuaca Buruk
keterlambatan distribusi BBM ke PLTD bukan persoalan baru, melainkan masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy menilai PLN Rote Ndao tidak profesional dalam mengelola layanan kelistrikan
- Menurutnya, jika setiap tahun cuaca buruk terus dijadikan alasan, itu menunjukkan PLN tidak pernah berbenah
- Alasan cuaca tidak bisa terus dijadikan pembenaran, mengingat PLN merupakan perusahaan negara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) hingga pemadaman listrik di Kabupaten Rote Ndao sering terjadi akibat cuaca buruk dan sudah menjadi siklus tahunan.
Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan listrik dan memicu kritik keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao terhadap PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao.
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy menilai PLN Rote Ndao tidak profesional dalam mengelola layanan kelistrikan, khususnya dalam mengantisipasi hambatan distribusi BBM yang hampir setiap tahun terjadi saat cuaca ekstrem.
"Rote Ndao adalah daerah kepulauan dan listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Jika setiap tahun cuaca buruk terus dijadikan alasan, itu menunjukkan PLN tidak pernah berbenah," kata Denison, Rabu (28/1/2026).
Menurut Denison, keterlambatan distribusi BBM ke PLTD bukan persoalan baru, melainkan masalah berulang yang seharusnya sudah diantisipasi melalui perencanaan yang matang.
Ia menegaskan, alasan cuaca tidak bisa terus dijadikan pembenaran, mengingat PLN merupakan perusahaan negara yang bertanggung jawab terhadap pelayanan publik.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Kacaukan Pasokan BBM, Bupati Rote Ndao Temui Pertamina
Selain persoalan BBM, Denison juga menyoroti lemahnya pemeliharaan jaringan listrik.
"Soal pemeliharaan jaringan terkesan formalitas diganti dengan pendekatan pemadaman listrik. Selama ini, selain cuaca, tapi karena pemeliharaan rutin dan gangguan-gangguan sering terjadi bahkan dalam tahun 2025 sampai memasuki tahun 2026 tempo pemadaman cukup tinggi. Tentu menimbulkan gejolak dan pro kontra di masyarakat," lugasnya.
Mewakili DPRD Rote Ndao, Denison mendesak PLN ULP Rote Ndao segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menyiapkan skema distribusi BBM yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem, agar gangguan listrik tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Rote Ndao berencana memanggil pihak PLN ULP Rote Ndao beserta jajaran terkait untuk meminta penjelasan mengenai langkah antisipasi terhadap kelangkaan BBM dan gangguan pasokan listrik di daerah tersebut. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Rote Ndao Terkini
DPRD Rote Ndao
Kabupaten Rote Ndao
PLN
BBM
pemadaman listrik
Denison Moy
POS-KUPANG.COM
| 13 Siswa SD di Pulau Nuse Menyeberang ke Rote untuk Ikut Tes Kemampuan Akademik |
|
|---|
| Irjen KKP Tinjau Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao |
|
|---|
| Gelar Ikrar Bersama, Lapas Ba'a Perangi Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
| Tingkatkan Pelayanan dan Kinerja Penyidik, Polres Rote Ndao Resmikan Ruang Reserse Presisi |
|
|---|
| Polres Rote Ndao Segera Gelar Perkara Kasus Dugaan Persetubuhan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/180-Ton-BBM-Segera-Dikirim-Simson-Polin-Minta-Warga-Rote-Ndao-Tetap-Tenang.jpg)