Belu Terkini
Lapas Atambua Latih Warga Binaan Olah 10 Kilogram Lele Jadi Abon
Sebanyak 10 kilogram ikan lele diolah menjadi abon siap makan untuk meningkatkan nilai tambah dan keterampilan kewirausahaan
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Lapas Kelas IIB Atambua menggelar pelatihan pembuatan abon ikan lele bagi Warga Binaan
- Pelatihan tersebut memanfaatkan ikan lele hasil budidaya kolam mandiri Lapas Atambua sebagai bahan baku utama
- Sebanyak 10 kilogram ikan lele diolah menjadi abon siap makan untuk meningkatkan nilai tambah dan keterampilan kewirausahaan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menggelar pelatihan pembuatan abon ikan lele bagi Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, Sabtu (24/1/2026).
Pelatihan tersebut memanfaatkan ikan lele hasil budidaya kolam mandiri Lapas Atambua sebagai bahan baku utama.
Sebanyak 10 kilogram ikan lele diolah menjadi abon siap makan untuk meningkatkan nilai tambah dan keterampilan kewirausahaan Warga Binaan.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Petugas Kelompok Kerja (Pokja) UMKM Lapas Atambua dengan melibatkan peserta magang Batch 2 bidang perikanan sebagai instruktur pendamping.
Warga Binaan dilatih mulai dari proses pemilihan bahan baku, pemisahan daging dari duri, pengolahan, hingga pengemasan produk.
Petugas Pokja UMKM Lapas Atambua, Reni Arlina, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan pengolahan pangan yang higienis dan bernilai jual.
Baca juga: Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh
Menurutnya, kolaborasi dengan peserta magang turut membantu proses transfer pengetahuan dan keterampilan.
Salah satu peserta magang, Wina Djawa, menyampaikan keterlibatan mereka merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan keahlian di bidang perikanan.
Ia menilai kegiatan ini dapat menjadi bekal ekonomi bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menegaskan pelatihan tersebut merupakan implementasi program pembinaan yang berorientasi pada penguatan keterampilan kewirausahaan.
Pengolahan ikan lele menjadi abon dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan ikan mentah.
Baca juga: Lapas Atambua Manfaatkan Lahan 8.000 Meter Persegi untuk Pertanian
Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Rio Bere, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari pelatihan tersebut dan berencana memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka usaha kecil setelah bebas nanti.
Ke depan, Lapas Atambua berencana mengembangkan produksi abon ikan lele secara berkelanjutan dan memasarkan produk melalui koperasi Lapas serta kegiatan pameran UMKM di tingkat daerah. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petugas-Lembaga-Pemasyarakatan-latih-warga-binaan.jpg)