Kamis, 23 April 2026

Rote Ndao Terkini

Cuaca Ekstrem Hambat Distribusi BBM, Rote Ndao Alami Pemadaman Listrik Bergilir

Berdasarkan rilis BMKG Maritim Tenau Kupang, tinggi gelombang di Selat Rote (Pukuafu) pada Januari 2026 mencapai 2,5 hingga 4 meter. 

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM
ULP PLN Rote Ndao lakukan koordinasi dengan KSOP Pelabuhan Kelas III Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Cuaca ekstrem menyebabkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Rote Ndao terhambat. 

Akibatnya, PT PLN (Persero) terpaksa menerapkan pemadaman listrik secara bergilir di Pulau Rote.

Berdasarkan rilis BMKG Maritim Tenau Kupang, tinggi gelombang di Selat Rote (Pukuafu) pada Januari 2026 mencapai 2,5 hingga 4 meter. 

Kondisi tersebut membuat kapal tidak dapat berlayar, termasuk kapal pengangkut BBM untuk kebutuhan listrik di Rote Ndao.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang telah mengeluarkan tiga kali imbauan terkait cuaca buruk selama Januari 2026.

Dalam surat terakhir yang dirilis pada 20 Januari 2026, KSOP menegaskan larangan pelayaran hingga 23 Januari 2026 karena gelombang tinggi di perairan Selat Rote.

Manager ULP PLN Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay membenarkan bahwa stok BBM untuk operasional PLTD saat ini sangat terbatas. 

"Kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir hingga 31 Januari 2026, selama pasokan BBM belum tiba," kata Yohanes.

Ia menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan untuk mencegah terjadinya pemadaman total di seluruh Pulau Rote. 

Menurutnya, pengelolaan BBM telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dalam kondisi cuaca normal, stok BBM mampu menopang operasi pembangkit hingga 10 hari.

Diketahui, pengiriman BBM terakhir ke Rote Ndao dilakukan pada 10 Januari 2026. Sementara itu, larangan berlayar dari KSOP mulai diberlakukan sejak 13 Januari 2026 dan telah diperbarui sebanyak tiga kali. 

Hingga 20 Januari 2026, sisa hari operasi PLTD diperkirakan tinggal sekitar lima hari. Jika listrik dioperasikan tanpa pemadaman, stok BBM diperkirakan hanya mampu bertahan hingga 25 Januari 2026.

Ia mengaku, PLN juga telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk mengatasi keterbatasan pasokan BBM. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem, PELNI Hentikan Sementara Pelayaran Kupang–Rote

Kapal tanker BBM diketahui telah bersandar di Pelabuhan Tenau dan semula dijadwalkan berlayar pada 17 Januari 2026, namun kembali tertunda akibat cuaca buruk. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved