Rabu, 13 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

DPRD Sumba Timur Minta Pertamina Berhenti Bergaya di Waingapu

Kota Waingapu biasanya dilayani tiga SPBU. Satu ada musibah terbakar. Tinggal dua. Nah kita minta jatah SPBU yang lagi persiapan perbaikan

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Wakil Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq. 
Ringkasan Berita:

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Wakil Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, meminta Pertamina selaku penyalur BBM subsidi untuk berhenti bergaya di Kota Waingapu.

Hal tersebut disampaikannya, merespons kesepakatan bersama pemerintah daerah terkait distribusi BBM subsidi yang tidak dilaksanakan oleh Pertamina.

“Kota Waingapu biasanya dilayani tiga SPBU. Satu ada musibah terbakar. Tinggal dua. Nah kita minta jatah SPBU yang lagi persiapan perbaikan ini dialihkan ke SPBU Matawai dan sudah ada kesepakatan. Nah ini dua-duanya (SPBU) sudah mengaku tidak terima,” katanya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (14/1/2026).

Ali meminta Pertamina agar tidak memberikan suplai ke tempat lain.

“Harusnya Pertamina pakai hatilah. Stop sudah dengan bisnis atau suplai di tempat lain, berhenti sudah. Kita bisa surati ke atasannya,” ujarnya.

Menurut Ali Fadaq, Pertamina di Waingapu bersikap genit. 

Baca juga: BPBD Sumba Timur Imbau Warga Waspada Bencana Banjir dan Angin Kencang

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, genit diartikan dengan banyak tingkah dan bergaya-gaya.

“Pertamina agak genit. Kita tidak berasumsi. Cuman dengan cara seperti itu kita bisa menuding bahwa dia genit,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (3/10/2025) sore, satu dari tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Waingapu, Sumba Timur, terbakar.

Setelah kejadian itu, antrean BBM subsidi (pertalite dan solar) pun meningkat di dua SPBU. Hampir setiap hari kondisi itu dikeluhkan warga.

Dalam situasi tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah kebijakan dengan membuat kesepakatan dengan Pertamina.

Bahwa pasokan yang semestinya diberikan ke SPBU yang terbakar, yaitu SPBU Kambaniru dialihkan ke dua SPBU lainnya, di SPBU Hambala dan SPBU Matawai. Namun diketahui, hal itu tidak dilakukan Pertamina.

“Ya kita apresiasi kepada pemerintah. Ternyata pemerintah sudah banyak melakukan untuk mengurai persoalan BBM ini,” tambahnya. (dim)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved