Kamis, 23 April 2026

Timor Tengah Utara Terkini

Pemkab TTU Gelar Rakor Pembentukan Satgas Percepatan MBG 

Percepatan ini dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ryan Nong
POS.KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
RAKOR - Bupati dan Wakil Bupati TTU saat memimpin Rapat Koordinasi Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG di Kabupaten TTU pada, Selasa (6/1/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 


POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menempuh sejumlah langkah dalam upaya mempercepat terealisasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten TTU, NTT.

Percepatan ini dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG.

Kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (7/1/2026), Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyebut, Pemkab bertekad menyukseskan semua program pemerintah di daerah.

Percepatan menyukseskan program ini harus dimulai dengan sejumlah langkah awal.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Bupati Falentinus Beri Arahan Umum kepada Semua ASN Lingkup Pemkab TTU 

Dalam rangka menyukseskan Program MBG di daerah, Pemkab TTU telah membentuk Satgas Percepatan MBG.

Rapat Koordinasi Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG di Kabupaten TTU ini digelar pada, Selasa, 6 Januari 2025 di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU.

Ia menjelaskan, percepatan realisasi Program MBG tidak cukup hanya pada tataran kebijakan. Namun, harus didukung oleh pengawasan ketat hingga ke tingkat paling bawah.

"Kita tidak hanya berjalan sendiri tetapi juga dengan melibatkan masyarakat," ujarnya.

Program MBG tidak semata program pemenuhan gizi, tetapi juga langkah strategis dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan pengawasan harus sampai ke tingkat bawah.

Komponen penting yang wajib dilibatkan dalam program ini adalah masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar program ini menyasar sasaran yang tepat.

Di sisi lain, program ini juga mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat tingkat bawah dimana masyarakat menyiapkan bahan pokok untuk program ini.

Program MBG, kata Falentinus diproyeksikan membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan gizi penerima manfaat, program ini juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat bawah.

Ia menjelaskan, sekitar 77 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibutuhkan untuk melayani 87.000 penerima manfaat di Kabupaten TTU. Meskipun demikian, hingga saat ini baru 9 SPPG yang beroperasi. 

"Dengan cakupan sekitar 24.000 penerima," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved