Sikka Terkini
Siswa Sekolah Dasar di Sikka Ditemukan Meninggal Dunia
Seorang siswa SD berinisial MGH (12), warga Kecamatan Nita, Sikka, ditemukan meninggal dunia diduga mengakhiri hidupnya
Ringkasan Berita:
- Seorang siswa Sekolah Dasar berinisial MGH (12), warga Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, ditemukan meninggal dunia (MD) karena diduga mengakhiri hidupnya.
- Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga menjelaskan, jenazah korban ditemukan oleh neneknya, Kamis (1/1) pukul 10:40 Wita, dalam posisi tergantung di pohon di belakang rumah.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Seorang siswa Sekolah Dasar berinisial MGH (12), warga Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, ditemukan meninggal dunia (MD) karena diduga mengakhiri hidupnya.
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga menjelaskan, jenazah korban ditemukan pada Kamis (1/1) oleh neneknya, Kamis (1/1), pukul 10:40 Wita.
Saat itu, nenek korban baru pulang dari gereja mengikuti misa Tahun Baru. Sampai di rumah, nenak korban mencari korban dan kemudian menemukan korban MD dalam posisi tergantung di pohon yang berada di belakang rumah mereka.
Nenek masuk kedalam rumah, memanggil korban namun tidak ada jawaban kemudian mencari -cari korban didalam rumah dan sekitar halaman depan rumah.
“Kemudian nenek korban menuju kebagian halaman belakang rumah rumah dan menemukan korban dalam keadaan tergantung di belakang rumah dapur dengan menggunakan tali Nilon warna biru terikat di leher korban," jelasnya.
Nenek korban kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk menurunkan korban yang tergantung di pohon jeruk itu.
"Setelah dicek ternyata korban sudah tidak bernapas lagi atau MD. Mendengar informasi tersebut sekitar pukul 10.50 Wita Kasipem Desa Ladogahar menelpon Bhabinkamtibmas Desa Ladogahar untuk melaporkan kejadian tersebut untuk diambil tindakan Kepolisian," jelasnya.
Leonardus menjelaskan, saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan berlutut. Atas inisiatif keluarga, mereka berusaha menolong korban dengan cara melepas tali ikatan dileher.
Berdasarkan pemeriksaan medis dilakukan di dalam rumah korban oleh dokter tenaga medis UPTD Puskesmas Nita, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Keluarga korban atau penanggung jawab kemudian membuat berita acara penolakan autopsi jenazah, dan surat pernyataan bersedia dipanggil pihak Kepolisian Resort Sikka apabila ditemukan bukti-bukti yang mengarah ke Tindak Pidana terkait peristiwa tersebut.
Unit Identifikasi Polres Sikka melakukan olah TKP dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Sikka Akp Djafar Awad Alkatiri,S.H, Kapolsek Nita Iptu Yermi YB Soludale, Kanit Reskrim Polsek Nita BRIPKA Andrianus A. Sola bersama Banit Reskrim Polsek Nita Brigpol Reqsa I. Saputra, Kanit Intelkam Polsek Nita Aiptu Abdul Rais. (awk)
| 15 Guru SMKN Talibura Minta Bantuan Pemprov NTT, Kepala Sekolah Tidak Respon |
|
|---|
| Sudah Mengajar 24 Jam, Data 15 Guru di SMKN Talibura Sikka Tidak Valid pada Info GTK |
|
|---|
| Jelang Malam Pergantian Tahun, Pesanan Jagung Muda di Sikka Meningkat |
|
|---|
| Pemkab Sikka Serahkan Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa yang Tergolong Miskin Ekstrem Tahun 2025 |
|
|---|
| Tempat Pangkas Rambut dan Kios di Waioti Sikka Ludes Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/olah-tkp-siswa-bundir.jpg)