Sabtu, 11 April 2026

Ende Terkini

BPOM Ende Libatkan Kampus Sebagai Garda Terdepan Pengawasan Obat dan Makanan

masyarakat semakin terpapar promosi produk kesehatan dan makanan melalui media sosial

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
SOSIALISASI -Ketua Stiper Flores Bajawa Dr.Nicolaus Noywuli bersama Kepala BPOM Ende Eko Agus Budi Darmawan, S.F., APt., M.Pharm, usai menggelar sosialisasi di Kampus Turekisa, Jumat 12 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • BPOM Ende menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Stiper Flores Bajawa
  • Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Si OMA Kelimutu
  • Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi obat dan makanan yang aman

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ende menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, Kamis 12  Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Si OMA Kelimutu, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bebas bahan berbahaya.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Stiper Flores Bajawa, Dr. Nicolus Noywuli. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam mendidik generasi muda agar cerdas dan kritis dalam memilih produk yang dikonsumsi.

"Mahasiswa adalah kelompok yang dekat dengan informasi, sekaligus agen perubahan. Karena itu, kami mendukung penuh kerja sama dengan BPOM untuk memperkuat pemahaman mengenai keamanan pangan dan obat," ujarnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala BPOM Ende, Eko Agus Budi Darmawan, S.F., APt., M.Pharm. 

Masyarakat Terpapar Promosi Produk

Eko Agus menjelaskan bahwa di era digital saat ini, masyarakat semakin terpapar promosi produk kesehatan dan makanan melalui media sosial, sering kali disertai klaim berlebihan dan testimoni yang menyesatkan. 

Kondisi ini dapat membuat masyarakat salah memilih produk, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Baca juga: Tim Balai BPOM Kupang Razia Produk Pangan dan Non Pangan di TTU

Menurut kerangka acuan kegiatan Si OMA Kelimutu, promosi masif tanpa pengawasan serta beredarnya obat tradisional, suplemen, dan kosmetik hingga ke pelosok daerah membuat masyarakat harus lebih kritis sebelum membeli.

Ketika produk digunakan tidak sesuai aturan, dampaknya dapat membahayakan kesehatan bahkan memicu penyakit baru.

Melalui program Si OMA Kelimutu, BPOM Ende menargetkan peningkatan edukasi publik melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta pengujian cepat bahan berbahaya pada produk pangan.

Ada tiga tujuan utama program ini, yakni, pertama, meningkatkan peran aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, agar mampu memilih obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Kedua, meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved