Kabupaten Kupang Terkini
Sungai Bonpo di Amfoang Meluap, Truk Pengangkut Bantuan PLTS Terjebak Banjir
Insiden terjadi saat truk melintasi aliran Sungai Bonpo dengan kondisi permukaan sungai tertutup pasir basah dan gembur.
Ringkasan Berita:
- Sebuah truk pengangkut bantuan material pemerintah pusat untuk pembangunan PLTS di Amfoang terjebak banjir
- Penyebabnya karena Sungai Bonpo meluap sehingga membuat kendaraan nyaris hanyut terbawa banjir
- Pengemudi sempat turun dan meminta pertolongan warga, namun kondisi air yang terus meninggi
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, OELAMASI- Sebuah truk pengangkut bantuan material pemerintah pusat untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, terjebak banjir dan tenggelam sebagian saat melintasi aliran Sungai Bonpo, Senin (8/12/2025) sekitar pukul 12.30 WITA.
Informasi yang di terima POS.KUPANG, Rabu (10/12/2025), truk berwarna kuning dengan nomor polisi DH 8065 AN itu dikemudikan oleh Endit Sagaduta Naklui (31).
Truk tersebut membawa material untuk pembangunan PLTS Komdigi di bawah koordinasi PT Dayamitra, yang diperuntukkan bagi warga Dusun IV Oemolo. Pengiriman turut didampingi Leonardo Da Cunha selaku surveyor dan petugas maintenance.
Kasie Humas Polres Kupang, IPDA Lalu Rohandy Hidayat, menyebutkan, insiden terjadi saat truk melintasi aliran Sungai Bonpo dengan kondisi permukaan sungai tertutup pasir basah dan gembur.
Setibanya di lokasi Nifug Usapi (Kolam Kosambing), kendaraan tidak mampu naik ke sisi sungai dan akhirnya terjebak di tengah aliran air.
Situasi semakin genting ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut secara tiba-tiba, menyebabkan debit air sungai naik dengan cepat. Dalam hitungan menit, aliran sungai meluap hingga merendam sebagian badan truk.
Baca juga: Bhayangkari Polres Kupang Gelar Workshop Ecoenzyme Serentak, Dukung Pemecahan Rekor MURI 2025
Pengemudi sempat turun dan meminta pertolongan warga, namun kondisi air yang terus meninggi membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan.
Evakuasi kendaraan baru bisa dilaksanakan keesokan harinya, Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 09.00 WITA, setelah air mulai surut. Proses penarikan dilakukan menggunakan loader milik warga setempat, Mario Mbatu atau yang akrab disebut “Bos Koang”.
Proses evakuasi dilakukan dengan mengikatkan tali tambang pada badan truk lalu menariknya secara perlahan hingga berhasil dikeluarkan dari aliran sungai.
Proses evakuasi dipantau langsung oleh Waka Polsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni, SH, bersama Ps. Kanit IK Bripka Nikolaus Yupin. Selain itu, hadir pula pengemudi truk, pemilik alat berat, serta sejumlah warga Desa Honuk yang turut membantu.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi truk bersama tiga konjak yang berada di bak belakang saat kejadian dipastikan selamat. Kendati demikian, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta karena kerusakan kendaraan dan biaya penanganan di lokasi.
Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau para pengendara, terutama yang berasal dari luar wilayah Amfoang, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Baca juga: Unit Tipidter Polres Kupang Lakukan Tera BBM Subsidi di SPBU Tanah Merah
Debit air sungai di kawasan tersebut diketahui sering meningkat secara tiba-tiba dan membahayakan kendaraan yang melintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sebuah-truk-pengangkut-bantuan-material-pemerintah-pusat.jpg)