Sabtu, 25 April 2026

Belu Terkini

Wamen P2MI Dorong Migrasi Aman dan Akses Kerja Internasional untuk Warga Belu

Cristina juga memaparkan hasil survei kementerian tentang kebutuhan tenaga kerja global serta minat masyarakat NTT di sektor hospitality

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-Prokopim Belu
FOTO BERSAMA- Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani , S.E., S.H., M.H., foto bersama peserta kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Kapela St. Markus Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, (8/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Wamen P2MI, Christina Aryani mengajak masyarakat Belu memanfaatkan peluang kerja luar negeri melalui jalur resmi dan aman
  • Wamen Cristina mengatakan banyak persoalan pekerja migran bermula dari minimnya akses terhadap informasi yang benar mengenai proses penempatan
  • Ia menambahkan bahwa anak muda dapat memperoleh informasi resmi melalui laman BPP3MI NTT

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, S.E., S.H, M.H, mengajak masyarakat Belu memanfaatkan peluang kerja luar negeri melalui jalur resmi dan aman.

Ajakan itu ia sampaikan saat Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Kapela St. Markus Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Senin (8/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Belu, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, OMK, serta ratusan warga Desa Fatuketi.

Wamen Cristina mengatakan banyak persoalan pekerja migran bermula dari minimnya akses terhadap informasi yang benar mengenai proses penempatan.

“Yang kita hadapi adalah masalah informasi. Karena itu kita harus punya pusat layanan yang memberikan informasi lengkap tentang bagaimana proses bekerja di luar negeri,” ujarnya, dalam keterangan resmi Prokopim Belu, Selasa (9/12/2025). 

Ia menambahkan bahwa anak muda dapat memperoleh informasi resmi melalui laman BPP3MI NTT.

Baca juga: Pengaruh Gereja Katolik Kuat, BP3MI NTT Teken Kerja Sama dengan JPIC Sosialisasi Migran Aman 

Cristina menjelaskan tugasnya sebagai wakil menteri adalah membuka pasar kerja baru, menjalin kerja sama internasional, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia. 

Sementara urusan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran ditangani oleh wakil menteri lainnya.

Ia juga menegaskan pembentukan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis negara untuk hadir melindungi warganya. 

Sebagai contoh, Cristina menyinggung kasus Wilfrida Soik yang menunjukkan pentingnya keterlibatan negara.

Menurutnya, peluang kerja luar negeri semakin terbuka karena banyak negara mengalami aging population, sehingga membutuhkan tenaga kerja di sektor kesehatan, perawatan lansia, pertanian, perkebunan, hingga manufaktur.

“Inilah peluang bagi kita. Banyak negara membutuhkan pekerja migran, terutama di sektor kesehatan dan sektor-sektor pendukung lainnya,” kata Cristina.

Baca juga: Tekan Angka Pekerja Migran, Dinas Nakertrans TTS Lakukan Pelatihan Menjahit dan Mebel

Ia menyebutkan tiga alasan utama mengapa bekerja di luar negeri penting bagi masyarakat: membuka lebih banyak pilihan pekerjaan, memastikan alur penempatan yang aman, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga karena standar upah di luar negeri jauh lebih tinggi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved