Rote Ndao Terkini
Asdep Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Tinjau Progres Pembangunan K-SIGN di Rote Ndao
Ia mengungkapkan, seluruh tahapan pembangunan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk jika terdapat kebutuhan perpanjangan waktu pengerjaan.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Amalyos bersama rombongan meninjau progres pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Minggu (7/12/2025).
Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Miftahul Huda dan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk.
Asdep Hilirisasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Amalyos, mengatakan bahwa pembangunan kawasan tersebut menunjukkan perkembangan yang positif.
Menurutnya, dari total lahan sekitar 1.000-1.100 hektar, progres konstruksi K-SIGN telah mencapai 70-80 persen.
"Sampai saat ini progresnya cukup menggembirakan. Kita harapkan ini bisa diselesaikan tepat waktu," pungkas Amalyos.
Baca juga: Pemkab Rote Ndao Pastikan Perlindungan Hak Warga dalam Pembangunan K-SIGN
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Miftahul Huda, menyampaikan keyakinannya bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana.
Ia mengungkapkan, seluruh tahapan pembangunan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk jika terdapat kebutuhan perpanjangan waktu pengerjaan.
"Kalaupun nanti harus lewat tahun, sudah ada aturannya di Kementerian Keuangan dan kita mengikuti semua ketentuan. Kita berharap output pekerjaan nanti menghasilkan panen garam hingga 200 ton per hektar," kata Miftahul.
Ia juga menyampaikan bahwa progres pembangunan keseluruhan telah mencapai 77 persen.
Dengan sisa waktu hingga akhir Desember 2025, ia optimistis capaian pembangunan K-SIGN tahap pertama bisa mendekati 100 persen.
Selain itu, tambah Miftahul, proyek K-SIGN juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Ia menyebut, dari sekitar 400 pekerja yang terlibat, hampir 50 persen merupakan masyarakat setempat, termasuk tenaga keamanan dan pekerja nonskill. Sementara tenaga terampil tertentu masih didatangkan dari luar daerah.
"Kalau nanti sudah beroperasi, hampir seluruh tenaga kerja akan berasal dari masyarakat lokal. Kita menunggu konstruksi selesai dan kawasan dapat beroperasi penuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," pungkas Miftahul. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tinjau-Kawasan-sentra-industri-garam-nasional-di-Rote-Ndao.jpg)