Rote Ndao Terkini
Bakamla RI Soroti Kerawanan Nelayan dan Minimnya Peralatan Kapal dalam Rakor di Rote Ndao
Kolonel I Made K Surya menyoroti masih banyaknya kapal tradisional yang lolos dari pantauan akibat minimnya kelengkapan teknis
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Bakamla RI menyoroti masih seringnya nelayan dimanfaatkan pihak tertentu
- Minimnya kelengkapan peralatan kapal yang menyebabkan rawan nelayan terseret hingga ke wilayah perbatasan
- Masih banyaknya kapal tradisional yang lolos dari pantauan akibat minimnya kelengkapan teknis
.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menyoroti masih seringnya nelayan dimanfaatkan pihak tertentu serta minimnya kelengkapan peralatan kapal yang menyebabkan mereka rawan terseret hingga ke wilayah perbatasan.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Kemenko Polkam dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao, Jumat (5/12/2025).
Subdirektorat Dukungan Operasi Laut Bakamla RI, Kolonel I Made K Surya menjelaskan bahwa sejumlah nelayan kerap terlibat aktivitas di laut karena dipengaruhi berbagai aktor.
"Nelayan kita sering dimanfaatkan oleh aktor tertentu. Ini perlu kita klasterkan dulu agar jelas. Jika ada kekurangan dalam data atau perangkat pendukung, mari kita lengkapi bersama," ungkapnya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya kapal tradisional yang lolos dari pantauan akibat minimnya kelengkapan teknis.
"Banyak kapal nelayan tidak dilengkapi peralatan seperti AIS, radio komunikasi, dan perangkat keselamatan lainnya. Ada yang melanggar secara sengaja, namun ada pula yang terbawa arus karena cuaca," kata Surya.
Baca juga: Pemkab Rote Ndao Bahas Solusi Nelayan Pelintas Batas Bersama Kemenko Polkam dan Bakamla RI
Ia menyebutkan bahwa data dan temuan lapangan akan dihimpun untuk dilaporkan ke pimpinan pusat.
Terkait pemantauan wilayah, Surya menjelaskan bahwa Bakamla melakukan observasi rutin.
"Setiap pagi kami menerima laporan dari heli yang memantau area Kupang dan sekitarnya," ucapnya.
Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Pertama Bakamla Kupang, Letda Frengky Jezua mengatakan bahwa Bakamla Kupang saat ini dibantu 30 Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) dalam memantau situasi maritim.
Informasi dari relawan yang berada di jaringan hingga Rote membantu pemantauan kondisi perbatasan.
"Kami juga melaporkan isu maritim setiap hari melalui daily brief, termasuk kecelakaan laut di wilayah NTT dan Rote," pungkas Frengky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-bersama-Kemenko-Polkam-dan-Pemerintah-Kabupaten-Rote-Ndao.jpg)