Rabu, 22 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Membangun SDM Pariwisata, Pemkab Sumba Barat Daya Gandeng James Forst Course

Potensi wisata luar biasa itu belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Salah satunya karena keterbatasan sumber daya manusia.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
KERJA SAMA- Perjanjian kerja sama Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya dalam hal ini oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T dengan Kepala Balai Latihan Kerja  komunitas (BLKK) bahasa asing JF Course, Lambertus James Dima, S.S  di Kantor  BLKK di Kelurahan Waitabula, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Selasa 2 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi wisata luar biasa baik wisata alam, bahari dan wisata budaya
  • Potensi wisata luar biasa itu belum sepenuhnya terkelola dengan baik karena keterbatasan sumber daya manusia
  • Pemerintahan Sumba Barat Daya membangun kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas bahasa asing James Forst Course

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA- Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki potensi wisata luar biasa baik wisata alam, bahari dan wisata budaya juga berbagai potensi wisata lainnya. 

Sebut saja danau Waikuri di Kecamatan Kodi Utara, Pantai Mananga Aba di Kecamatan Loura,  wisata air terjun Wekacura di Kecamatan Wewewa Timur, pesta budaya pasola di wilayah Kodi, pesta adat dan kematian serta   lainya.  

Potensi wisata luar biasa itu belum sepenuhnya terkelola dengan baik karena keterbatasan sumber daya manusia.

Menyadari hal itu, Pemerintahan Sumba Barat Daya yang dipimpin Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T dan Wakil Bupati, Dominikus Rangga Kaka, S.P membangun kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas bahasa asing James Forst Course

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya dalam hal ini oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T dengan Kepala Balai Latihan Kerja  komunitas (BLKK) bahasa asing JF Course, Lambertus James Dima, S.S  di Kantor  BLKK di Kelurahan Waitabula, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Selasa 2 Desember 2025.

Penandatanganan  kerjasama tersebut  terjadi sebagai sebuah langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas  sumber daya manusi (SDM) Sumba Barat Daya terkhusus dibidang pariwisata.

Menurut Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T, saat ini Sumba menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Tidak hanya itu, Sumba dikenal juga sebagai salah satu Pulau terindah di dunia karena keindahan alam, keragaman budaya dan karakkter masyarakatnya yang unik. Citra positip itu menjadi sebuah peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla tandatangan kerjasama
TEKEN KERJASAMA- Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T dan Wakil Bupati, Dominikus Rangga Kaka, S.P teken kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas bahasa asing James Forst Course. 

Perkembangan pariwisata  yang pesat sebagaimana terjadi sekarang, membutuhkan sumber daya manusia  yang siap bersaing. Hal itu bukan hanya dari sisi pelayanan dan keramahtamahan tetapi juga kemampuan berbahasa inggris mumpuni.

Dengan kemampuan berbahasa inggris  yang baik  maka generasi muda daerah ini  memiliki peluang lebih berinteraksi  dengan wisatawan manca negara. Generasi muda daerah ini bukan hanya sebagai penonton tetapi juga   adalah pelaku pembangunan pariwisata itu sendiri di  daerah ini.

Saat ini, kita menyadari bersama kemampuan berbahasa inggris masyarakat Sumba Barat Daya khususnya generasi muda  masih relative terbatas. Karena  itu momentum penandatanganan kerjasama ini  adalah sebuah langkah konkrit pemerintah untuk memperkuat SDM daerah ini melalui kolaborasi  produktif antara  pemerintah dengan JF Course.

Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla mengatakan pemerintah menyambut baik  program yang diinisiasi JF Course  melalui konsep One Village On Destination yakni kursus bahasa inggris  berbasis pariwisata yang holistic dan integrative adalah terobosan selaras dengan pembangunan Sumba Barat Daya yang terjadi sekarang.

Program kerjasama ini akan berlangsung di 36 desa yang memiliki potensi wisata luar biasa  dari 173 desa se-Sumba Barat Daya selama 5 tahun ke depan terhitung mulai tahun 2026. Untuk tahun pertama  2026 akan berlangsung di lima desa yakni Desa Moro Manduyo, Pero Konda, Watukawula, Radamata dan Desa Karuni.

Program kerjasama ini dapat meningkatkan kompetensi juga tercipta lapangan kerja baru yakni mulai tim pengajar hingga tim managemen yang terlibat dalam pelaksanaan program kerjasama ini.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved