Belu Terkini
Demplot Jagung di Atambua Selatan Targetkan Panen 5 Ton per Hektare
Kegiatan panen jagung dengan lahan seluas 1 hektare ini menggunakan benih jagung hibrida Bisi 2
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- BPP Atambua Selatan melaksanakan panen simbolis demplot jagung di lahan Kelompok Tani Beboik
- Panen jagung dengan lahan seluas 1 hektare ini menggunakan benih jagung hibrida Bisi 2
- Kegiatan demplot di setiap kecamatan dibiayai melalui APBD dengan komoditas yang disesuaikan potensi wilayah masing-masing
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Atambua Selatan melaksanakan panen simbolis demplot jagung di lahan Kelompok Tani Beboik, Kecamatan Atambua Selatan, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan panen jagung dengan lahan seluas 1 hektare ini menggunakan benih jagung hibrida Bisi 2 dan diproyeksikan menghasilkan panen antara 4,5 hingga 5 ton per hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Robert Mali, yang hadir dalam panen simbolis tersebut menyampaikan bahwa demplot ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan teknologi dan pembinaan kelompok tani di setiap kecamatan.
“Panen simbolis dari kegiatan demplot yang dilaksanakan oleh BPP Kecamatan Atambua Selatan ini kita lihat hasilnya cukup baik dan kita harapkan ini bisa ditularkan ke kelompok-kelompok tani lain di wilayah sekitar,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan demplot di setiap kecamatan dibiayai melalui APBD dengan komoditas yang disesuaikan potensi wilayah masing-masing.
Untuk Atambua Selatan, komoditas jagung dipilih karena dinilai paling sesuai dan telah menunjukkan hasil positif.
Baca juga: Biaya Hidup Meningkat, Pekerja di Belu Harap UMP Tahun 2026 Bisa Naik
"Setiap kecamatan kita memiliki demplot, masing-masing sesuai potensi, ada yang di hortikultura," tuturnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Atambua Selatan, Jorge Monteiro, menjelaskan pada kegiatan demplot ini pihaknya menerapkan teknologi budidaya sederhana namun efektif, salah satunya pola tanam mengikuti alur traktor.
“Jarak antar baris menyesuaikan alur traktor, sedangkan jarak tanam antar tanaman yaitu 20 x 20 cm dengan satu biji per lubang,” jelasnya.
Menurut Jorge, penerapan pola tanam tersebut dipercaya mampu meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi dan memaksimalkan pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya di lokasi demplot lain, hasil panen bahkan dapat mencapai 6 ton per hektar.
Ia menambahkan, secara keseluruhan pertumbuhan tanaman tetap berada pada kondisi baik dan sesuai perhitungan masih berpotensi menghasilkan produksi optimal.
“Kami akan terus mendampingi petani dan memastikan teknologi ini dapat diterapkan bersama di kelompok-kelompok tani lainnya,” ujar Jorge.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Dinas Pertanian Kabupaten Belu dalam mendukung peningkatan produksi jagung lokal serta menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/panen-simbolis-demplot-jagung-di-lahan.jpg)