Kamis, 23 April 2026

Kupang Terkini

Tuntut Dana Seroja, Pendemo Dobrak Pintu Ruang Kerja Bupati Kupang

Sekelompok masyarakat menggelar demonstrasi di Kantor Bupati Kupang pada Senin (24/11/2025) siang.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
DEMO - Pendemo mendobrak pintu ruang kerja Bupati Kupang Yosef Lede saat menggelar aksi menuntut dana Seroja di Kantor Bupati Kupang, Senin (24/11/2025) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku 

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Sekelompok masyarakat menggelar demonstrasi di Kantor Bupati Kupang pada Senin (24/11/2025) siang.

Massa aksi yang dipimpin Ketua LP2TRI Hendrikus Djawa itu memprotes lambatnya penyaluran bantuan stimulan Seroja sejak tahun 2021.

Pendemo sempat mendobrak pintu ruang kerja Bupati Kupang Yosef Lede. Saat itu Yosef Lede sedang tidak berada di ruang kerjanya.

Aksi yang awalnya berlangsung tertib berubah anarkis setelah massa mengetahui bahwa Bupati Kupang tidak berada di ruangannya. 

Mereka menuntut penjelasan langsung terkait proses pencairan dan kendala penyaluran bantuan yang disebut mandek selama tiga tahun terakhir.

Saat tiba di lantai 2, perwakilan massa awalnya menyampaikan aspirasi soal transparansi dan progres pencairan dana.

Namun ketegangan meningkat ketika mereka melihat papan informasi yang masih menunjukkan status “Bupati berada di ruangan.”

Padahal Yosef Lede diketahui sedang melaksanakan kegiatan di Desa Manusak dan kemudian menghadiri pembukaan sidang di DPRD Kabupaten Kupang.

Massa kemudian bergerak ke depan ruang kerja bupati dan mendesak aparat membuka pintu. Karena tidak direspons, massa mendobrak paksa pintu hingga kusennya rusak.

Seorang staf kesekretariatan Bupati Kupang mengaku trauma akibat insiden tersebut. Dia bersama beberapa staf lainnya panik saat mendengar suara keras dan teriakan dari luar ruangan.

“Awalnya kami dengar ada ribut-ribut di luar. Karena takut, kami mengunci pintu dan lari ke ruang Kabag Umum. Tapi pintu tetap didobrak paksa,” ujar staf yang meminta namnya tidak disebutkan.

Selain keselamatan diri, lanjut sumber itu, mereka juga khawatir terhadap sejumlah dokumen penting yang berada di meja kerja bupati. 

“Saya dan teman-teman belum berani kembali ke ruangan karena mereka masih duduk di depan pintu. Saya takut berkas penting hilang atau dirusak. Kondisi kami masih sangat takut,” ujarnya.

Merasa keselamatan terancam, staf yang berada di ruang kerja bupati bersama ajudan dan petugas Satpol PP kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang. (nov) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved