Sabtu, 30 Mei 2026

TTS Terkini

MBG Berjalan Lancar, Kepala SD GMIT SoE II Sebut Bentuk Tim dan Jalankan SOP

SD GMIT SOE II sendiri menjadi sekolah dasar pertama yang menerima pemberian makan bergizi gratis di Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MARIA VIANEY GUNU GOKOK
MAKAN BERGIZI GRATIS - Suasana makan bergizi gratis (MBG) di SD GMIT SoE II. 

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE -  Sejak launchingnya pada Selasa (22/7/2025) lalu hingga hari ini Kamis (18/9/2025), proses pemberian MBG yang berlangsung di SD GMIT SOE II berjalan lancar. 

Hal ini disampaikan Yusak M. A. Neolaka, S.Pd di ruang kerjanya, pada Kamis (18/9/2025). 

"Kami disampaikan pada Sabtu (19/7/2025) bahwa akan menerima MBG di sekolah di hari Senin, namun saya meminta untuk di sekolah, MBG masuk pada hari selasa karena kami juga butuh persiapan dan rapat bersama di sekolah Terkait program tersebut," ungkapnya. 

Tim yang dimaksudnya merupakan tim pengawas makan bergizi gratis untuk mengecek dan distribusi makanan ke kelas-kelas. Tim terdiri dari guru guru kelas, guru penjas dan pengelolaan UKS. 

"Kami bentuk tim pengawas disekolah, yang terdiri dari guru guru, mereka bertugas membantu melayani anak-anak ketika makanan sudah datang, baik pagi maupun siang, " jelasnya 

Baca juga: Siswa SD Inpres Bello Kota Kupang Sangat Senang Nikmati Menu MBG Perdana

SD GMIT SOE II sendiri menjadi sekolah dasar pertama yang menerima pemberian makan bergizi gratis di Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

Yusak menyebutkan koordinasi yang cepat dan tepat melalui rapat persiapan, pihaknya sepakat untuk SOP pelayanan MBG di sekolah ini. 

"Saya mengatakan ini berkat yang sangat besar untuk kita, sehingga kita harus menyiapkan sebaik mungkin untuk menyambut berkat ini. Ketika makanan datang, guru piket dan tim pengawas mengambil makanan yang telah di antarkan. Selanjutnya pengawas mencicipi makanan terlebih dahulu, difoto menu hari itu, Tim guru mendistribusikan makanan yang diawali dengan doa bersama terlebih dahulu, " ungkapnya. 

Meski begitu, keterbukaan menjadi kunci utama kelancaran semua agenda di sekolah dasar ini, termasuk MBG. Menurutnya kelancaran program juga menjadi tanggung jawab orang tua. 

"Pembentukan panitia kami rapat, persiapannya kami bagi list ke orang tua, anak alergi atau pamtangan makan apa, sehingga guru kelas akan tau ketika menu disajikan, " jelasnya. 

Selain itu Ketua Komite SD GMIT SOE II, Yermias Busi menyampaikan keterbukaan informasi dan komunikasi yang dibangun pihak sekolah bersama komite, sehingga pihak komite dapat mengetahui dan mendukung langkah sekolah dalam eksekusi program ini. 

Baca juga: Upaya Menuju TTS Tangguh Pangan, Dinas TPHP TTS Rancang Proyek Perubahan

"Awalya MBG ini kami agak keberatan karena kesannya terburuh-buruh namun hasil rapat bersama, dengan persiapan satu hari saya pikir ini bisa berjalan baik, dan kita doakan baik kedepannya. Kami pada dasarnya mendukung pihak sekolah," jelasnya. 

Berdasarkan pantauan POS KUPANG.COM juga penyampaian pihak sekolah, pembagian makan bergizi dilakukan dua kali di sekolah ini. Hal ini dikarenakan sekolah ini menjalankan dua sift pembelajaran. 

"Untuk pengantaran kedua kami minta siang, karena biar tidak lama-lama dan langsung didistribusikan. Tetap dengan SOP yang sudah di terapkan, tambah Kepala Sekolah. 

Selain itu, ia mengatakan MBG secara tidak langsung memberikan jaminan kepada siswa bahwa mereka akan mendapatkan makan siang. Yusak menyampaikan ini mempermudah orang tua yang pekerja, agar tidak kerepotan mengurusi bekal di pagi hari. 

"Anak-anak tau jam sekian mereka akan makan, jadi mereka dengan sendirinya menunggu jam itu, Tentu anak SD akan berbeda dengan anak SMP SMA. Selain itu ini juga membantu orang tua, agar tidak kerepotan menyiapkan bekal, " ungkapnya. 

Siswa kelas IV C SD GMIT SOE II, Markus mbarapapa ndawandapung, menyampaikan kesannya mendapatkan MBG. Ia mengaku senang mendapatkan makan siang, dan menu yang ia sukai adalah tahu bumbu. 

SD GMIT SOE II sendiri merupakan sekolah yang terletak di sebelah kanan Pasar Inpres Soe. Sekolah ini memiliki 18 rombongan belajar dan 13 ruang kelas, sehingga mengharuskan sistem sift dalam pelaksanaan belajar mengajar. 

Meski begitu, sudah segudang prestasi yang diraih oleh siswa-siswi di SD GMIT SOE II. Prestasi yang diraih itu baik akademik maupun non-akademik disabet oleh anak-anak, salah satunya pada Festival Budaya Daerah 2025, SD GMIT SOE II mendapatkan empat kategori juara.

"Prestasi ini bukan kebetulan, tetapi memang dipersiapkan, melalui ekstrakurikuler yang kita jalankan di sekolah ini, sehingga kalau menari di ekstrakurikuler menari, mereka juara I lomba Tarian Telsain di festival kemarin, " ungkapnya. 

Yusak mengatakan akan memberikan hadiah kepada para peserta didik yang juara di festival Budaya daerah tersebut di hari Senin (22/9/2025) yang akan datang. Ia menyebutkan bahwa itu sebagai bentuk motivasi dan apresiasi kepada anak-anak.

Prestasi yang lain dimana SD GMIT SOE II menjadi salah satu sekolah yang berhasil menghasilkan karya tulis berupa buku. Dimana buku ini sebagai kolaborasi bersama Nyalanesia, dalam peningkatan literasi Siswa dan guru di SD ini. (any) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved