Satu Keluarga Tewas Terbakar
Pasutri Korban Kebakaran di Sumba Timur NTT Dikenal Harmonis dan Tidak Repot
Ia menjelaskan, keluarga sebenarnya sudah siap memakamkan para korban pada Sabtu, 6 Juni 2026. Namun, hingga saat ini kuburan belum selesai dibangun.
Ringkasan Berita:
- Pasangan suami dan istri korban kebakaran di Sumba Timur NTT dikenal sebagai dua sosok yang harmonis dan tidak repot
- Keluarga besar menerima peristiwa tersebut sebagai musibah
- Keempat korban ini akan dikebumikan pada Senin (8/6/2026)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pasangan suami istri KH dan EL yang menjadi korban dalam kebakaran kios di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT dikenal sebagai pasangan yang harmonis.
Selain itu, dalam keluarga, mereka juga dikenal sebagai pribadi yang penurut, penuh tanggung jawab terhadap urusan keluarga dan orangnya tidak merepotkan.
Hal itu disampaikan Mada Bidi Konda, salah satu tetua dalam keluarga pasutri itu kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (5/6/2026).
“Dari keseharian mereka tidak berkarakter (bermasalah) seperti itu, yang kami tahu bahwa, anak ini dalam rumpun keluarga, anak yang tidak repot dalam komunikasi dan berinteraksi sosial bersama keluarga dan di masyarakat,” katanya.
Baca juga: Tangis Tian dan Gio Pecah, Orang Tua dan Dua Adiknya Tewas dalam Kebakaran Kios di Kanatang
“Mereka sangat penurut. Kami tahu persis, dalam urusan keluarga mereka sudah yang kami harapkan,” tambahnya.
Mada Bidi Konda juga membantah bahwa pasutri tersebut tengah memiliki masalah dalam keluarganya, ataupun dengan pihak lain.
Hal itu disampaikannya, sekaligus untuk membantah sejumlah dugaan yang menyebutkan peristiwa tersebut terjadi akibat adanya dugaan perselisihan.
“Sama sekali tidak ada. Pertikaian tidak ada,” ujarnya.
Atas nama keluarga, ia pun menyatakan pihak keluarga telah menerima peristiwa kebakaran kios berukuran sekitar 3x4 meter yang menewaskan empat orang sebagai.
Hal yang sama juga dikatakan Mehang Laki Mbatu (62) pada Jumat (5/6/2026).
Mehang Laki Mbatu mengatakan, keluarga besar telah menerima kejadian itu sebagai musibah.
Selanjutnya, pada Senin, 8 Juni 2026, keempat korban akan dimakamkan secara bersamaan.
“Kami menerima peristiwa ini. Hari Senin, 8 Juni kami melakukan penguburan,” katanya saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Temu.
Ia menjelaskan, keluarga sebenarnya sudah siap memakamkan para korban pada Sabtu, 6 Juni 2026. Namun, hingga saat ini kuburan belum selesai dibangun.
Keempat korban akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kelurahan Temu. Lokasi tersebut tidak jauh dari rumah para korban. (dim)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS