NTT Terkini
Warga Binaan Dilibatkan Kelola Kebun, Lapas Kupang Panen Raya Jagung
Lapas Kelas IIA Kupang menggelar panen raya jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (22/5/2026).
Ringkasan Berita:
- Lapas Kelas IIA Kupang menggelar panen raya jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (22/5/2026).
- Kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian.
- Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih dua hektare yang sebelumnya didominasi batu karang dan dianggap kurang produktif.
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Lapas Kelas IIA Kupang menggelar panen raya jagung di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian.
Panen dilakukan di lahan seluas kurang lebih dua hektare yang sebelumnya didominasi batu karang dan dianggap kurang produktif.
Namun melalui pengelolaan bersama warga binaan dan dukungan berbagai pihak, lahan tersebut berhasil menghasilkan sekitar 10 ton jagung.
Panen raya itu turut dihadiri Bupati Kupang, Yosef Lede, Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta sejumlah mitra kerja pemasyarakatan.
Bupati Kupang, Yosef Lede memberikan apresiasi terhadap program pembinaan yang dilakukan di lingkungan lapas, khususnya keterlibatan warga binaan dalam kegiatan pertanian produktif.
Menurut Yosef, program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
“Ternyata warga binaan juga mendapatkan pembinaan yang luar biasa, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman kerja,” ujar Yosef Lede.
Yosef Lede juga mengapresiasi keberhasilan Kanwil Ditjenpas NTT yang mampu mengubah kawasan berbatu karang menjadi lahan pertanian produktif.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kawasan berbatu karang yang sebelumnya dianggap tidak mungkin diolah, hari ini bisa menghasilkan jagung,” kata Yosef Lede.
Sementara itu, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan program pertanian tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus implementasi dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurut Ketut Akbar Herry Achjar, pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program produktif.
Ketut Akbar Herry Achjar menambahkan, program pembinaan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan akan terus dikembangkan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di NTT.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ketut Akbar Herry Achjar.
Selain sebagai sarana pembinaan, hasil pertanian tersebut juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan serta menjadi contoh pemanfaatan lahan tidur di wilayah NTT. (nov)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| BERITA POPULER : Gedung SMP di Malaka Roboh, Penahanan Sapi Kurban di Ende, Naiknya harga Kedelai |
|
|---|
| Ditpolairud Polda NTT Amankan Terduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Semau |
|
|---|
| Muswil IX LDII NTT Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Toleransi di Tengah Tantangan Global |
|
|---|
| Ribuan Lowongan Kerja Dibuka di Job Fair 2026, Disnakertrans NTT Dorong Anak Muda Manfaatkan Peluang |
|
|---|
| Jelang Peringatan Hari Lahir Pancasila, PLN Hadirkan Jaringan Listrik di Dusun Mbindudita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PANEN-RAYA-JAGUNG-1.jpg)