Senin, 18 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 17 Mei 2026: Aku Mendoakan Mereka

Ia berdoa dengan dua intensi. Pertama, agar para murid  bersatu. Kedua, agar Allah melindungi mereka dari berbagai kejahatan dunia.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MAXI UN BRIA
RD. Maxi Un Bria 

Yoh 17:1-11a

Oleh: RD. Maxi Un Bria 
Rohanian Keuskupan Agung Kupang,dan Ketua Unio Indonesia.

POS-KUPANG.COM - Doa merupakan komunikasi yang  terdalam dan berkualitas antara manusia dengan Tuhan. Doa juga dapat menjadi jembatan dan perekat  hati dengan sesama. 

Semakin manusia  berdoa semakin besar ia mengenal dan bersekutu dengan Allah. Demikian juga semakin seseorang mendoakan sesamanya, semakin kuat bertumbuh perasaan kasih sayang terhadapnya.  

Doa sebagai  komunikasi yang indah dan suci, antara pribadi beriman dengan Allah yang diimani. Dalam komunikasi rohani ini, manusia mengekspresikan syukur dan harapannya kepada Tuhan. 

Keheningan, disposisi hati dan lingkungan berikut ketekunan dalam doa ikut mendukung  persekutuan dan penyatuan diri dengan Allah secara mendalam.

Baca juga: Opini: Pesta Babi dan Sikap Kristen di Tengah Krisis Sosial Politik 

Yesus sebelum berpisah dengan para murid-Nya, Ia berdoa bagi mereka.  Ia  menyampaikan harapanNya kepada Allah Bapa dengan tekun dan menyatu dengan Bapa-Nya. 

Ia berdoa dengan dua intensi. Pertama, agar para murid  bersatu. Kedua, agar Allah melindungi mereka dari berbagai kejahatan dunia.

"Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka yang yang telah Engkau berikan,s ebab mereka adalah milik-Mu" ( Yoh 17 :9). 

Yesus  mendoakan para murid dan menyerahkan mereka dalam kasih dan perlindungan Allah Bapa. 

Yesus  mengekspresiakan harapan-Nya dalam doa sebagai bukti kasih, kepedulian dan tanggungjawab-Nya terhadap Bapa yang telah mempercayakan para murid ke dalam tuntunan dan penggembalaan-Nya. 

Sebagai bentuk ketaatan dan persatuan-Nya dengan Allah, Ia berdoa agar Allah dimuliakan dalam pekerjaan-pekerjaan yang telah dipercayakan kepada-Nya dan kepada para murid.

Yesus menyadari bahwa Ia pergi untuk menyatu dengan Bapa-Nya sementara para murid  masih melanjutkan misi kerasulan di tengah dunia. Yesus menyadari bahwa dunia yang penuh dengan tantangan dan godaan. 

Dunia yang selalu diwarnai dengan penganiayaan, kekerasan, kejahatan dan berbagai godaan. Karena itu Ia berdoa kepada para murid yang tinggal di tengah dunia. 

Yesus juga berharap agar  para murid  bertekun dalam doa agar mereka sanggup bertahan dalam aneka cobaan dan kejahatan dunia. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved