UT Kupang
UT Kupang Gelar Rakorda SALUT, Perkuat Layanan dan Target 20 Ribu Mahasiswa
Menurut Albert, Rakorda SALUT merupakan agenda rutin tahunan yang digelar UT Kupang, bertepatan dengan rangkaian kegiatan wisuda.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- UT Kupang menggelar Rakorda Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) untuk memperkuat layanan dan bisa mencapai 20 ribu mahasiswa
- Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, menegaskan pentingnya Rakorda SALUT sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh di NTT
- Rakorda SALUT merupakan agenda rutin tahunan yang digelar UT Kupang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Terbuka (UT) Kupang menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) untuk memperkuat layanan dan bisa mencapai 20 ribu mahasiswa.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) UT Kupang Tahun 2026 ini mengusung tema “Penguatan Sinergi Salut di Era Digital untuk Perluasan Akses Pendidikan Tinggi di NTT” yang berlangsung di Hotel On The Rock Kupang, Rabu (29/4/2026).
Direktur Universitas Terbuka Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, menegaskan pentingnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Albert, Rakorda SALUT merupakan agenda rutin tahunan yang digelar UT Kupang, bertepatan dengan rangkaian kegiatan wisuda.
Baca juga: Direktur UT Kupang Tegaskan Lulusan Siap Bersaing, Didukung Akreditasi Nasional dan Internasional
Kegiatan ini bertujuan menyusun perencanaan pembelajaran untuk masa registrasi mendatang, sekaligus menyelaraskan program kerja di setiap unit.
“Rakorda ini menjadi momentum bagi setiap SALUT untuk memaparkan rencana kerja selama satu tahun ke depan, termasuk strategi mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Albert.
Albert menjelaskan, dalam Rakorda juga dibahas berbagai kebijakan baru terkait tata kelola layanan, mulai dari proses registrasi hingga pelaksanaan ujian. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa.
Saat ini, kata Albert, jumlah SALUT di wilayah NTT mencapai 52 unit, namun yang hadir dalam Rakorda kali ini sebanyak 33 SALUT yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Melalui Rakorda ini, kita mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan agar target UT dapat tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Albert menjelaskan, pentingnya peran SALUT dalam menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya lulusan SMA.
Albert menyebutkan, sistem pembelajaran di UT yang berbasis pendidikan jarak jauh memungkinkan mahasiswa tetap kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun daerah asal.
“Dengan keberadaan SALUT di setiap daerah, kita harapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT,” ucapnya.
Dikatakan Albert, UT Kupang menargetkan jumlah mahasiswa registrasi mencapai 20 ribu orang, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif yang melanjutkan studi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/UT-Rakorda-Salut.jpg)