Sabtu, 2 Mei 2026

NTT Terkini

Sinergi BI dan Pemprov NTT, Transformasi Ekonomi Inklusif Didorong Lewat Forum Flobamorata 2026

forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Flobamorata Business and Economic Forum 2026, Kamis (23/4/2026) di Aula Rote–Sabu, Hotel Harper Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANGBank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat sinergi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing melalui Flobamorata Business and Economic Forum 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026) di Aula Rote–Sabu, Hotel Harper Kupang ini mengusung tema “Ketangguhan Menuju Kemajuan: Sinergi Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing”.

Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat (25/4/2026), forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan ekonomi berbasis riset yang berdampak nyata.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam keynote speech menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi daerah.

Menurutnya, transformasi ekonomi perlu diarahkan pada penguatan hilirisasi agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam daerah, sekaligus memperluas rantai produksi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam proses produksi, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan UMKM serta ekosistem usaha sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam sesi Leader’s Insight menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan konstruktif guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang implementatif.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan dapat terjadi tukar pikiran antara narasumber dan seluruh peserta agar menghasilkan rekomendasi kebijakan dan aksi nyata untuk mewujudkan kemajuan ekonomi di NTT,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT juga meluncurkan KARSA NUSA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Ekonomi Nusa Tenggara Timur) yang ditandai dengan pembukaan Call for Paper 2026.

Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah kolaboratif yang menjembatani hasil kajian akademis dengan kebutuhan kebijakan daerah, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret, inovatif, dan dapat diimplementasikan.

Gubernur NTT mengapresiasi langkah tersebut dan berharap KARSA NUSA tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga mendorong implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pada sesi talkshow interaktif, para narasumber nasional dan lokal membahas strategi transformasi ekonomi NTT menuju daerah yang lebih maju dan berdaulat.

Narasumber yang hadir antara lain Dr. Thomas Ola Langoday, Dewan Pembina ISEI Kupang, Dr. Agr. Didit Okta Pribadi dari BRIN, serta Amirullah Setya Hardi Ph.D dari Universitas Gadjah Mada.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved