NTT Terkini
Inspiring Srikandi: Perkuat Ketangguhan Perempuan PLN Melalui Work-Life Integration
Srikandi Movement adalah gerakan inisiatif dari komunitas pegawai perempuan PT PLN (Persero), yang dikenal sebagai Srikandi PLN.
POS-KUPANG.COM – Menjadi perempuan yang berkarir di industri kelistrikan bukanlah perkara mudah. Diperlukan ketangguhan mental untuk tetap profesional di tengah tuntutan peran sebagai ibu, istri, maupun individu.
Semangat inilah yang melandasi PT PLN (Persero) UIW NTT saat menggelar Srikandi Movement bertajuk “Inspiring Srikandi - Worklife Integration: Strong Women in the Modern Era”. bertempat di Ruang Sasando pada Jumat,(24/04)
Srikandi Movement adalah gerakan inisiatif dari komunitas pegawai perempuan PT PLN (Persero), yang dikenal sebagai Srikandi PLN.
Gerakan ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan, untuk meningkatkan kualitas hidup.
Suasana hangat menyelimuti pertemuan para perempuan hebat PLN di NTT. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk memperingati Hari Kartini, melainkan untuk saling berbagi beban dan inspirasi tentang bagaimana tetap tegak berdiri menghadapi tantangan zaman.
Pembina Srikandi PLN UIW NTT, Taufiq Dwi Nurcahyo, menyampaikan pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Ia memandang bahwa kebijakan perusahaan bukan hanya soal prosedur, tapi soal menghargai hakikat perempuan.
“Kita melihat para Srikandi ini sebagai pahlawan multi-peran. Di kantor mereka adalah penggerak energi, di rumah mereka adalah cahaya keluarga. PLN ingin memastikan bahwa saat mereka berjuang untuk perusahaan, mereka tetap merasa didukung dan memiliki ruang setara untuk bermimpi,” ungkap Taufiq.
Margaretha Yupukoni, selaku Champion Srikandi PLN UIW NTT, mengajak rekan sejawatnya untuk membuang rasa ragu. Ia menekankan bahwa sentuhan feminin di tengah industri maskulin adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan.
Baca juga: PLN Bekali Siswa SMKN 2 Ende Kunci Pintu Dunia Kerja di Era Transisi Energi
“Kita layak berada di sini. PLN memberikan kita ruang untuk tetap menjadi perempuan seutuhnyayang kuat secara mental dan emosional. Kita tidak perlu menjadi orang lain untuk sukses di industri ini,” tegasnya.
Diskusi menjadi semakin mendalam saat psikolog Theodora Takalapeta memaparkan bahwa konsep work-life balance (keseimbangan) terkadang justru menjadi jebakan yang melelahkan. Ia menawarkan konsep work-life integration.
“Seringkali kita merasa gagal karena tidak bisa membagi waktu 50:50. Padahal, hidup tidak bekerja seperti itu. Integration adalah tentang bagaimana mengalirkan peran satu ke peran lainnya dengan luwes. Kuncinya bukan pada pembagian jam, tapi pada resiliensi dan bagaimana kita mengelola energi agar tidak layu di salah satu sisi kehidupan,” papar Theodora.
Melalui kegiatan ini, PLN NTT membuktikan bahwa energi yang mereka kelola bukan hanya listrik yang mengalir di kabel-kabel, tetapi juga energi kemanusiaan yang memberdayakan para perempuannya untuk terus bersinar, bertumbuh, dan menginspirasi sesama. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| PLN Bekali Siswa SMKN 2 Ende Kunci Pintu Dunia Kerja di Era Transisi Energi |
|
|---|
| Komisi II DPRD NTT Desak Pemerintah Gencarkan Operasi Pasar Murah Atasi Harga Sembako |
|
|---|
| DJPb NTT Dorong Optimalisasi Pembiayaan Pertanian dalam Forum BI 2026 |
|
|---|
| Balai Lelang Flobamora di Kupang Siap Bantu Masyarakat Dapat Harga Jual Beli Ideal |
|
|---|
| Tim ULTG Kupang Tuntas Misi Pemeliharaan di Pulau Timor dengan Zero Accident |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pembina-Srikandi-PLN-UIW-NTT-Taufiq-Dwi-Nur-Cahyo-berdiri-baju-batik.jpg)