Kamis, 14 Mei 2026

Dokter Spesialis RSUD Atambua Mogok

DPRD Belu Desak Dokter Spesialis RSUD Atambua Kembali Layani Masyarakat

Dewan mendesak para dokter spesialis di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua agar segera kembali menjalankan pelayanan kepada masyarakat

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu, Cypry Temu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Ketua Komisi III DPRD Belu, Cyprianus Temu, mendesak para dokter spesialis di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua agar segera kembali menjalankan pelayanan kepada masyarakat, menyusul terganggunya layanan akibat aksi mogok kerja pada Rabu (8/4/2026). 

Cypry mengaku pihaknya baru mengetahui kondisi tersebut pada Selasa pagi, meski sehari sebelumnya Komisi III telah menggelar rapat hingga sore tanpa adanya laporan terkait situasi di rumah sakit.

“Kami baru mendapat informasi pagi ini. Padahal kemarin kami sudah rapat cukup lama, tetapi belum ada penyampaian terkait mogok dokter spesialis,” ungkapnya.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apapun. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Belasan Dokter Spesialis di RSUD Atambua Mogok Kerja Lankes Terganggu 

Karena itu, ia berharap seluruh tenaga medis, khususnya dokter spesialis berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), tetap mengedepankan tanggung jawab profesi.

“Masyarakat tidak boleh menjadi korban. Kami berharap dokter spesialis, terutama yang ASN, tetap memberikan pelayanan seperti biasa,” tegasnya.

Terkait persoalan yang melatarbelakangi aksi mogok, termasuk polemik insentif, Cypry menilai hal tersebut perlu diselesaikan melalui komunikasi dan dialog bersama pemerintah daerah, bukan dengan menghentikan pelayanan.

Menurutnya, DPRD melalui Komisi III siap mengambil peran untuk memfasilitasi pertemuan antara para dokter dan pemerintah daerah guna mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

MOGOK KERJA- Suasana pelayanan di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua tampak berbeda dari hari-hari biasanya sejak aksi mogok kerja puluhan dokter spesialis berlangsung. Aktivitas di sejumlah poli spesialis terlihat lengang, tanpa kehadiran dokter maupun proses pemeriksaan pasien. Rabu (8/4/2026). 
MOGOK KERJA- Suasana pelayanan di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua tampak berbeda dari hari-hari biasanya sejak aksi mogok kerja puluhan dokter spesialis berlangsung. Aktivitas di sejumlah poli spesialis terlihat lengang, tanpa kehadiran dokter maupun proses pemeriksaan pasien. Rabu (8/4/2026).  (POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur)

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk mengeluarkan surat dan mengagendakan rapat bersama pemerintah. Semua persoalan harus dibahas secara terbuka,” jelasnya.

Cypry juga mengakui hingga saat ini DPRD belum menerima laporan resmi secara detail terkait persoalan insentif yang menjadi pemicu aksi mogok. Informasi yang diperoleh masih sebatas dari pemberitaan yang beredar.

“Secara resmi kami belum mendapatkan laporan lengkap. Nanti dalam rapat bersama, kami akan minta penjelasan dan klarifikasi dari pemerintah,” tambahnya.

Ia menegaskan, jika ditemukan hal-hal yang perlu ditinjau kembali, DPRD siap mendorong evaluasi kebijakan demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS:  Pasien Asal Timor Leste Ditemukan Tewas Gantung Diri di RSUD Atambua

Cypry kembali menyampaikan imbauan kepada para dokter spesialis agar mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Saya memohon dengan sangat kepada para dokter spesialis, tolong kembali melayani masyarakat. Banyak warga yang membutuhkan pelayanan medis, dan itu tidak bisa ditunda,” pungkasnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved