NTT Terkini
Gerakan Kalasanz: Sebuah Gebrakan Besar Transformasi Sosial
Menurut Melikheor, Gerakan Kalasanz telah melakukan sebuah terobosan baru yang dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi komunitas-komunitas lain.
Lalu dilanjutkan dengan workshop inisiatif yang mana mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan disuguhkan beberapa video singkat dengan tema tentang pengorbanan, kasih, dan salib. Setelah itu dilajutkan dengan katekese yang membuat mereka dapat merenungi kisah sengsara dan pengorbanan Kristus yang wafat demi menebus dosa manusia.
Tepat pukul 15.00, jamnya Yesus wafat di salib, ada ibadat bersama yang dipimpin oleh Pater Victor. Terpantau jelas bahwa mereka sangat khusuk dalam mengenang misteri sengsara dan wafat Kristus di hari Jumat Agug ini. Tidak hanya berhenti di situ, semua kegiatan hari Jumat ditutup dengan adorasi Salib yang sangat khusuk.
Hari Sabtu adalah hari padang gurun. Di sini, bersama para rasul dan Bunda Maria, para pemuda masuk dalam masa berjaga-jaga menantikan kebangkitan Kristus.
Padang gurun ini dilakukan di Teluk Gurita. Setiap orang masuk ke dalam padang gurun dengan refleksi yang dibimbing oleh para frater dan suster di bawah kaki patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa yang tinggi menjulang ke langit.
Pada sore harinya, mereka disuguhkan dengan katekese tentang kebangitan Kristus yang mencerahkan mereka dengan harapan pada kebangkitan dan kemenangan Kristus atas maut.
Setelah itu dilanjutkan dengan workshop kreatif yang mana mereka membuat gelang tangan yang dapat digunakan untuk berdoa rosario, yang mana terdapat sepuluh manik-manik dalam satu gelang yang mewakili sepuluh kali Salam Maria.
Kemudian, setelah semua persiapan ini, mereka pun dengan hati yang gembira merayakan Vigili Paskah. Kegiatan hari ini ditutup dengan perayaan sukacita bersama mengelilingi api unggun dan beberapa perjamuan yang sudah disiapkan, sebab Kristus sudah bangkit dan hal ini perlu dirayakan.
Hari Minggu setelah merayakan Minggu Paskah bersama, dengan sebuah misa dan berkat perutusan dari pater, para frater, suster, dan kaum muda kembali ke Kupang.
Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Madira Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Melikheor J. Rolys Blau mengatakan, perayaan Paskah merupakan puncak misteri iman umat Katolik.
Menurut Melikheor, Gerakan Kalasanz telah melakukan sebuah terobosan baru yang dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi komunitas-komunitas lain.
Kegiatan Paskah kaum muda ini sangat membantu orang muda dalam mempersiapkan diri mereka menyambut Paskah Kristus.
"Tidak hanya itu, tetapi mereka juga dibekali dengan banyak kekayaan Rohani da pengalaman hidup bersama yang dapat sangat berguna bagi mereka untuk menjalani hidup sebagai masyarakat sosial dan masyarakat religius," katanya.
Perhatian terhadap perkembangan iman, mental, dan pengetahuan orang muda adalah hal yang sangat krusial saat ini.
Oleh karena itu, kaum muda perlu didampingi, dibimbing, dan diajak untuk berjalan bersama menyambut masa depan yang lebih baik bagi Gereja dan bangsa ini. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Calasanz.jpg)