Selasa, 12 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 2 April 2026:  Mengasihi Sampai Akhir

Sebagai guru Yesus memberi contoh yang menginspirasi dan menggerakkan hati untuk bertindak sebagai pelayan bagi semua. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI FLORENS MAXI UN BRIA
RD. Dr. Florens Maxi Un Bria 

Yoh 13:1-15

Oleh: RD. Florens Maxi Un Bria
Imam Keuskupan Agung Kupang; Ketua Unio Indonesia

POS-KUPANG.COM - Perang Iran  vs Israel-Amerika  telah memakan banyak korban. 

Berbagai bangunan dan aset yang dikerjakan berlelah-lelah, dalam waktu yang lama, hancur seketika dalam hitungan menit.  

Perang, selalu berdampak buruk untuk hidup manusia dalam berbagai dimensinya. Perang dalam bentuk apapun bertentangan dengan kasih dan cita-cita universal setiap bangsa.

Sampai titik ini, refleksi tentang kasih sejati, kesetiakawanan  dan kerendahan hati menjadi nilai tertinggi dan mahal yang mesti diperjuangkan dan dirawat umat manusia. 

Betapa tidak, tanpa kasih, damai dan kebahagiaan,  semua upaya untuk memajukan hidup baik secara pribadi maupun kolektif, kehilangan daya tarik. 

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 2 April 2026: Kaki yang Ia Basuh- dari Ziarah ke Pertobatan

Kesetiakawanan dalam hidup komunitas, berbangsa dan bernegara  sangat dibutuhkan untuk mendukung jalannya pembangunan dan meminimalisir konflik  sosial dan peperangan yang dapat menghancurkan hidup. 

Kerendahan hati dan pengosongan diri relevan sepanjang waktu, sebagai kekuatan dalam mengelola diri, meningkatkan pelayanan dan menghadirkan kasih kerahiman Ilahi di tengah dunia.

Yesus menegaskan diri di hadapan para murid dan khalayak sebagai Guru dan Tuhan. Sebagai guru Ia mengajarkan para murid bukan hanya melalui kata-kata melainkan dengan teladan hidupnya sendiri.  

Ia menunjukkan metode efektif implementasi kasih sejati dan pelayanan dengan tindakan simbolis membasuh kaki para murid. 

Sebagai guru Yesus memberi contoh yang menginspirasi dan menggerakkan hati untuk bertindak sebagai pelayan bagi semua. 

Sebagai Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Sungguh, Ia mengasihi sampai akhir.

Pristiwa pembasuhan kaki para murid pada perjamuan malam terakhir menegaskan pentingnya membersihkan diri sebelum merayakan Paskah. Yesus menggunakan air untuk membasuh kaki. 

Ia membersihkan hidup  para murid ; pikiran, hati dan sikap agar mereka sungguh bersih dan layak merayakan Paskah Tuhan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved