Rekonstruksi Kematian Lucky Delfi
Rekonstruksi Kasus Lucky–Delfi Ricuh, Keluarga Protes Saksi Sari Tak Hadir
Proses rekonstruksi kasus kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes diwarnai kericuhan di depan SD Inpres Oesapa Kecil, Kota Kupang, Jumat (13/3/2026).
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Proses rekonstruksi kasus kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes diwarnai kericuhan di depan SD Inpres Oesapa Kecil, Kota Kupang, Jumat (13/3/2026).
Kericuhan terjadi ketika pihak keluarga korban dan aliansi pendamping mengetahui bahwa salah satu saksi penting berinisial SD tidak hadir dalam proses rekonstruksi.
Pantauan Pos KupangReporter di lokasi menunjukkan puluhan keluarga korban bersama sejumlah anggota aliansi dan organisasi masyarakat berkumpul di sekitar titik rekonstruksi. Ketegangan mulai meningkat ketika keluarga korban mempertanyakan kehadiran saksi SD yang disebut-sebut memiliki peran penting dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Kekecewaan keluarga memuncak setelah diketahui saksi SD tidak datang pada saat rekonstruksi berlangsung. Padahal malam sebelumnya saksi tersebut telah diperiksa oleh penyidik.
Pihak keluarga menyampaikan kekesalan mereka kepada aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Mereka menilai proses rekonstruksi tidak berjalan sesuai harapan karena saksi yang dianggap penting justru tidak dihadirkan.
Dalam situasi yang memanas, sejumlah keluarga korban dan anggota aliansi sempat mendorong aparat kepolisian yang berjaga. Beberapa di antaranya juga terlihat membanting helm sebagai bentuk protes serta menolak proses rekonstruksi dilanjutkan sebelum saksi tersebut dihadirkan.
Keluarga korban juga menyesalkan keputusan penyidik yang sebelumnya mengizinkan saksi SD pulang setelah menjalani pemeriksaan. Menurut mereka, jika saksi tersebut ditahan atau tetap berada dalam pengawasan penyidik, maka kehadirannya pada saat rekonstruksi dapat dipastikan.
“Kenapa kemarin setelah diperiksa tidak ditahan dan diizinkan pulang? Sekarang saat rekonstruksi justru tidak hadir,” ujar salah satu anggota keluarga korban dengan nada kesal di lokasi kejadian.
Padahal dalam proses rekonstruksi tersebut, sebanyak 14 saksi lainnya hadir, termasuk dua korban yang sebelumnya selamat dari peristiwa tersebut.
Sementara itu, tim pengacara keluarga korban, Mardan Nainatun, menilai reaksi yang ditunjukkan keluarga merupakan bentuk kekecewaan terhadap jalannya proses rekonstruksi. “Hal ini memang wajar. Ini bentuk kekecewaan keluarga terhadap jalannya rekonstruksi,” kata Mardan di lokasi rekonstruksi.
Ia menegaskan, keluarga korban berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut dihadirkan agar proses rekonstruksi dapat berjalan secara maksimal dan benar-benar menggambarkan peristiwa yang terjadi.
Meski sempat memanas, aparat kepolisian terus berupaya menenangkan keluarga korban dan massa yang berada di lokasi agar situasi tetap terkendali.
Diguyur Hujan Lebat
Proses rekonstruksi berlangsung di tengah hujan yang mengguyur di lokasi yang menjadi titik terjadinya tindak pidana tersebut. Meski cuaca kurang bersahabat, jalannya rekonstruksi di dua titik awal tetap dilaksanakan oleh penyidik.
Suasana di sekitar lokasi TKP 1 dan 2 dipadati keluarga korban, masyarakat, jurnalis, aparat kepolisian, serta sejumlah organisasi dan aliansi yang ikut mengawal kasus tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Aksi-dorong-antara-keluarga-korban-dan-polisi-saat-proses-rekonstruksi-kasus-kematian-Lucky-Sanu.jpg)