Minggu, 19 April 2026

NTT Terkini

Polda NTT Kerahkan 3.068 Personel Amankan Mudik dan Perayaan Idulfitri

Operasi kepolisian terpusat tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan memastikan masyarakat

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra memberikan keterangan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyiagakan sebanyak 3.068 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2026.

Operasi kepolisian terpusat tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan memastikan masyarakat dapat menjalani mudik serta merayakan Idulfitri secara aman dan nyaman di wilayah NTT.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra, kepada POS-KUPANG.COM usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026 di Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, operasi ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum Lebaran.

“Operasi Ketupat Turangga 2026 merupakan bentuk kesiapan Polri bersama instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 3.068 personel yang dilibatkan, sebanyak 1.144 merupakan personel Polri, sedangkan 1.924 lainnya berasal dari berbagai instansi terkait.

Untuk menunjang kelancaran operasi, personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Nusa Tenggara Timur. Pos yang disiapkan terdiri dari 91 Pos Pengamanan, 38 Pos Pelayanan, 27 Pos Terpadu, serta 26 pos lainnya.

Selain mengamankan jalur mudik, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek vital yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Idulfitri.

Beberapa objek yang menjadi fokus pengamanan di antaranya 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata di wilayah NTT.

Baca juga: Bidpropam Polda NTT Sosialisasi Kode Etik Profesi Polri di Polres Kupang

Polda NTT juga memberikan perhatian khusus terhadap lokasi ibadah yang akan digunakan masyarakat saat perayaan Idulfitri. Tercatat terdapat 201 masjid dengan estimasi 91.386 jamaah serta 48 lapangan yang akan digunakan untuk pelaksanaan salat Id dengan perkiraan 123.600 jamaah.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan langkah preventif dan preemtif, termasuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, tawuran, hingga balap liar yang kerap muncul saat momentum libur panjang.

Selain itu, Polda NTT juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan, kepolisian juga mengoptimalkan layanan darurat call center 110 yang dapat diakses selama 24 jam.

Kabid Humas Polda NTT juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa mudik Lebaran serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved