Minggu, 10 Mei 2026

UKAW Kupang

Civitas Akademika UKAW Diajak Hidup Rendah Hati dan Lepas dari “Kemelekatan”

Perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai menjadi gambaran kontras antara kesombongan religius dan kerendahan hati.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Ibadah bersama civitas akademika UKAW, Senin (9/3/2026), 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Civitas akademika Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang diajak untuk hidup dalam kerendahan hati dan melepaskan berbagai “kemelekatan” yang dapat menggeser fokus hidup dari Tuhan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam renungan firman Tuhan pada ibadah bersama civitas akademika UKAW, Senin (9/3/2026), yang diambil dari Injil Lukas 18:9–14 tentang perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai. 

Dalam renungan tersebut dijelaskan bahwa kemelekatan dapat muncul dalam berbagai bentuk, bukan hanya dosa yang secara moral tampak jelas, tetapi juga hal-hal yang pada awalnya terlihat baik namun akhirnya menguasai perhatian manusia.

“Sering kali manusia melekat pada identitas religius, jabatan, kekayaan, atau kebiasaan tertentu sehingga tanpa disadari hal itu menggeser fokus hidup dari Tuhan,” demikian disampaikan dalam renungan tersebut. 

Baca juga: UKAW dan UNESA Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong Tridharma dan Transformasi Pendidikan

Perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai menjadi gambaran kontras antara kesombongan religius dan kerendahan hati. 

Orang Farisi digambarkan rajin menjalankan praktik keagamaan, tetapi doanya justru berpusat pada dirinya sendiri.

Sebaliknya, pemungut cukai datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati dan memohon belas kasihan.

Pesan utama dari perumpamaan itu adalah bahwa kerendahan hati menjadi kunci dalam kehidupan iman. Yesus mengingatkan bahwa “barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” 

Dalam konteks kehidupan akademik, renungan tersebut juga mengingatkan bahwa kerendahan hati penting agar dosen, mahasiswa, dan seluruh warga kampus tidak berhenti belajar.

Kampus sebagai komunitas akademik seharusnya menjadi ruang bagi setiap orang untuk terus bertumbuh dalam pengetahuan, integritas, dan kehidupan iman.

Melalui refleksi tersebut, civitas akademika UKAW diajak untuk terus menjaga integritas, hidup dalam kerendahan hati, serta menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan pribadi maupun kehidupan akademik. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved