Minggu, 3 Mei 2026

NTT Terkini 

Perkuat Peran Akademisi, Workshop Kapasitas Dosen untuk Program Imunisasi Berbasis Gender

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNICEF dan Poltekkes Kemenkes Kupang atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
Workshop peningkatan kapasitas dosen dalam mendukung program imunisasi rutin melalui pendekatan gender digelar di Hotel Aston Kupang, Selasa (10/3/2026). 

“Kadang keputusan keluarga dipengaruhi berbagai hal, misalnya kondisi cuaca atau pertimbangan lain sehingga anak tidak dibawa ke posyandu. Selain itu, beredarnya informasi yang tidak benar, seperti isu mengenai kehalalan vaksin atau anggapan bahwa imunisasi dapat menyebabkan autisme, juga turut mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap imunisasi,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, para dosen diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa tenaga kesehatan agar mampu memahami dan menghadapi dinamika yang terjadi di masyarakat.

“Modul pelatihan yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi referensi yang relevan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan penerimaan imunisasi di masyarakat,” tambahnya.

Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Kupang, Karolus Ngambut, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam mendukung program imunisasi melalui pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Menurutnya, melalui workshop ini para dosen diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta keterampilan terkait isu gender dalam program imunisasi.

“Para dosen diharapkan tidak hanya memahami konsep tersebut, tetapi juga mampu memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, membagikan pengetahuan kepada mahasiswa, serta mengembangkan isu gender dan imunisasi sebagai bagian dari kajian akademik,” jelas Karolus.

Ia menambahkan bahwa peran dosen sangat penting dalam mendukung keberhasilan program-program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan imunisasi.

Pada hari pertama workshop, peserta mengikuti dua panel presentasi yang membahas kebijakan dan capaian program imunisasi di Provinsi NTT serta hasil penelitian terkait imunisasi dan pendekatan gender. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT selaku penanggung jawab program imunisasi serta Dr. Aemilianus Mau.

Selain itu, peserta juga mengikuti beberapa sesi pembelajaran berbasis modul. Modul pertama membahas konsep dan definisi dasar persoalan gender dalam imunisasi yang disampaikan oleh Ignasensia D. Mirong, M.Kes.

Modul kedua mengangkat topik pelibatan laki-laki untuk kesehatan yang lebih baik oleh Dr. Aemilianus Mau. Sementara modul ketiga membahas peta perjalanan menuju kesehatan dan imunisasi yang disampaikan oleh dr. Alfian R. Munthe, MPH.

Pelatihan ini akan dilanjutkan pada hari kedua dengan pembahasan Modul 4 mengenai imunisasi rutin pada anak, Modul 5 tentang niat, kekuasaan, dan kontrol dalam pengambilan keputusan kesehatan, serta Modul 6 yang membahas pengalaman praktik dalam pelayanan imunisasi yang akan disampaikan oleh perwakilan Dinas Kesehatan.

Melalui workshop ini diharapkan para dosen dapat berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih inklusif dan responsif gender guna meningkatkan cakupan imunisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (uge)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved