Sabtu, 11 April 2026

Ricuh Tanah Ulayat di Adonara

Bentrok di Adonara, 8 Rumah dan Sejumlah Tempat Usaha Rusak

Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban mengatakan, jumlah kerusakan akibat bentrok itu, meliputi 8 rumah rusak, 2 gudang kopra

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Tiga warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena luka tembak dari senjata rakitan saat bentrok antara Warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan waga Desa Narasaosina, Jumat (6/3/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Bentrok antar kampung di Kecamatan Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha warga mengalami kerusakan
  • Jumlah kerusakan akibat bentrok itu, meliputi 8 rumah rusak, 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios dan 1 unit kos-kosan yang memiliki 6 kamar
  • 5 orang warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena luka tembak

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Bentrok antar kampung di Kecamatan Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha warga mengalami kerusakan. 

Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban mengatakan, jumlah kerusakan akibat bentrok itu, meliputi 8 rumah rusak, 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios dan 1 unit kos-kosan yang memiliki 6 kamar. 

"Jumlah kerusakan, bangunan tempat tinggal 8  buah, gudang kopra 2 buah, 1 buah tempat cucian motor, kios 1 buah, kos kosan 1 unit 6 kamar," jelasnya Sabtu 7 Maret 2026.

Sementara itu, 5 orang warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena luka tembak dari senjata rakitan saat bentrok antara Warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan waga Desa Narasaosina, Jumat (6/3/2026).

Ia menyebutkan 3 orang warga Desa Narasaosina (Lewonara) mengalami luka ringan terkena serpihan peluru kemudian di bawa ke RS Pratama. Usai mendapatkan perawatan, korban langsung dipulangkan. 

Baca juga: Pemkab Flores Timur Berupaya Memediasi Bentrok Antar Desa di Pulau Adonara

Sementara itu, dua orang korban atas nama Jumadin Saputra (27) mengalami luka di kaki sebelah kanan terkena peluruh senjata rakitan dan Mansyur Ola (39) mengalami luka di area bawah telinga terkena peluru dirujuk ke RSUD Larantuka. 

Berdasarkan data yang dihimpun, konflik lahan ini dipicu oleh saling klaim kepemilikan tanah adat.  Beberapa postingan video yang diterima  memperlihatkan beberapa rumah  dibakar dan kepanikan warga. 

Bentrokan ini dipicu oleh perselisihan kepemilikan lahan di sekitar lokasi Toko Serba 35 yang sudah berlangsung lama. Situasi memanas hingga terjadi aksi lempar bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh massa yang bertikai. 

Hingga kini, Polda NTT menurunkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi pasca konflik, Jumat (6/2/2026). (awk)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved