Minggu, 19 April 2026

Ricuh Tanah Ulayat di Adonara

Bentrok Antar Desa di Pulau Adonara Memanas, Brimob Maumere Dikerahkan

Sebagian besar warga yang rumahnya terbakar memilih mengungsi ke desa tetangga.  Bentrok ini diduga memperebutkan tanah ulayat. 

|
Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Bentrok Antar Desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memanas. Untuk mengatasi bentrokan tersebut, Polda NTT mengirimkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi, Jumat (6/3/2026).

Untuk sementara, 30 personel Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan. 

Menurut, Wadanki 1 Yon B Pelopor Maumere, IPTU Simon Hedo, mengatakan situasi di lokasi masih memanas antar kedua kampung, yang menyebabkan pembakaran dan  bentrok itu menggunakan senjata api rakitan. 

Kini, personel sudah bergerak ke lokasi bentrok di Kecamatan Adonara Timur. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Perang Soal Tanah Ulayat Pecah di Adonara Flores Timur, Rumah Terbakar, Warga Panik

"Situasi perkembangan masyarakat lagi memanas di Flores Timur, yaitu bergejolak antara kedua tempat yang perlu nanti kita bekap kesana, kita amankan masyarakat yang bertikai sekarang, informasi yang kita dapatkan sementara, bentrok antar kampung,  informasi yang kita dapatkan dari media tadi, memang sudah ada korban, kita liat informasi perkembangan dari sana, situasi memanas, ada pembakaran, juga ada senpi rakitan, itulah kita diminta untuk mempercepat membekap kewilayahan yang ada disana, " ujarnya. 

Dampak bentrokan ini, yang melibatkan dua desa antara lain Desa Lewonara Sausina dan Desa Bele Waiburak di kecamatan Adonara Timur ini menyebabkan sejumlah rumah terbakar dan kepanikan warga setempat. 

Sebagian besar warga yang rumahnya terbakar memilih mengungsi ke desa tetangga.  Bentrok ini diduga memperebutkan tanah ulayat. 

Sementara itu, personel Polres Flores Timur sudah tiba di lokasi untuk melakukan penyekatan di antara kedua desa.

Warga dari kedua desa diimbau untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi kekerasan lagi. (awk) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved