Selasa, 14 April 2026

Bali Nusra Education Fair 2026

Semangat dan Harapan Peserta Warnai English Speech Competition Bali Nusra Education Fair 2026

Ia pun berpesan kepada anak-anak di Kupang agar mencintai bahasa Inggris dan terus mengasah kemampuan diri.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ YUAN LULAN
PESERTA - Salah satu peserta English Speech Competition, Amelia Lucianna Taroci Tungga, siswi kelas 10A SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Antusiasme dan semangat peserta mewarnai pelaksanaan English Speech Competition dalam rangka Bali Nusra Education Fair 2026 yang digelar di Lippo Plaza Kupang.

Para siswa dari berbagai SMA di Kota Kupang tampil percaya diri membawakan pidato berbahasa Inggris dengan topik-topik strategis tentang pembangunan dan masa depan NTT.

Salah satu peserta, Amelia Lucianna Taroci Tungga, siswi kelas 10A SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri, mengaku tertarik mengikuti lomba setelah mendapat informasi dari gurunya.

“Saya dengar dari guru pendamping kalau ada lomba di Lippo. Katanya ini lomba bergengsi dan diadakan setiap tahun, jadi saya langsung mau daftar,” ujarnya.

Baca juga: 31 Peserta Bersaing di English Speech Competition Bali Nusra Education Fair 2026

Amelia membawakan topik berjudul “Harvesting Hope at Home: Creating Opportunities in NTT” atau menciptakan peluang di NTT. Menurutnya, NTT memiliki potensi besar yang perlu dikelola agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak harus meninggalkan daerahnya demi mencari pekerjaan.

“NTT punya potensi yang sangat besar. Sedih juga kalau orang lahir di sini tapi harus keluar karena tidak ada kesempatan kerja. Jadi topik ini sangat penting,” jelasnya.

Untuk persiapan, Amelia mengaku memerlukan waktu sekitar empat hari. Ia mencari referensi dari Google dan TikTok, termasuk menonton video para juara kompetisi pidato bahasa Inggris untuk mempelajari struktur dan teknik penyampaian.

“Saya lihat di TikTok, kalau mulai pidato dengan cerita pribadi itu lebih menarik. Jadi saya pakai cara itu,” katanya.

Ketertarikannya terhadap bahasa Inggris sudah tumbuh sejak kecil. Ia terbiasa menonton kartun tanpa subtitle, mengikuti les bahasa Inggris, serta mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris.

Ia pun berpesan kepada anak-anak di Kupang agar mencintai bahasa Inggris dan terus mengasah kemampuan diri.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” pesannya.

Peserta lainnya, Freya Liviana Ndaok, siswi kelas XI IPA SMA Negeri 7 Kupang, juga menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa.

“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tahun lalu saya sudah ikut, masih banyak kurangnya, jadi tahun ini saya mau tingkatkan lagi,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved