Setelah Dua Minggu Jenazah Marc WNA Kanada yang Diterbangkan ke Bali
Lantaran tidak ada sanak saudara di Labuan Bajo, pihak RSUD Komodo mengambil tanggung jawab moral untuk mengantar ML hingga otoritas negaranya.
Ringkasan Berita:- Marc Lamy ditemukan tewas gantung diri dalam kamar di hotel- Setelah dua minggu disemayamkan di RSUD Komodo Labuan Bajo- Selanjutnya akan diurus oleh Kedutaan Besar Kanada di Bali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Setelah hampir dua minggu disemayamkan di RSUD Komodo, jenazah Marc Lamy (61), warga negara asing (WNA) asal Kanada yang ditemukan tewas gantung diri di Labuan Bajo, akhirnya diberangkatkan menuju Denpasar, Bali, pada Rabu (25/2/2026).
Pemulangan ini dilakukan menyusul permintaan pihak keluarga untuk dilakukan proses otopsi di negara asalnya.
Marc Lamy sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri di Kamar Nomor 11, Green Hill Boutique Hotel, Kelurahan Labuan Bajo, pada Jumat siang, 13 Februari 2026 lalu.
Sejak saat itu, jenazah pria kelahiran Shwinigan tersebut tertahan di ruang jenazah RSUD Komodo Labuan Bajo guna menunggu kepastian administratif dari pihak kedutaan dan keluarga.
Tepat pukul 11.05 Wita, suara sirene ambulans RSUD Komodo memecah keheningan rumah sakit. Di dalamnya, jenazah ML dibawa menuju Bandara Internasional Komodo dengan pengawalan ketat dari jajaran Polres Manggarai Barat.
"Jenazah kami kawal langsung dari RSUD Komodo menuju bandara. Seluruh prosedur identifikasi telah kami rampungkan untuk proses serah terima di Bali nanti," tegas Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya.
Setibanya di bandara pukul 11.30 Wita, peti jenazah dan barang-barang pribadi milik ML tidak langsung masuk ke manifes.
Pihak Karantina Kesehatan dan Imigrasi melakukan pemeriksaan intensif guna memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan internasional.
"Pemeriksaan ini wajib dilakukan. Ini adalah protokol kesehatan internasional bagi pengiriman jenazah lintas wilayah negara," tambah Kasat Lufthi.
Keberangkatan jenazah Marc Lamy ke Bali merupakan langkah awal sebelum jenazah diterbangkan ke Kanada. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa anak kandung korban saat ini telah menunggu di Denpasar untuk menerima jenazah ayahnya.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kedutaan Kanada, jenazah dikirim ke Bali untuk kemudian diteruskan ke Kanada. Pihak keluarga, khususnya anak korban, meminta agar dilakukan proses otopsi di sana (Kanada) guna memastikan penyebab pasti kematian," ungkap Kasat Lufthi.
Seluruh barang pribadi milik Marc Lamy juga telah dikemas dalam satu tas khusus dan dikirimkan bersamaan dengan peti jenazah.
"Korban diterbangkan menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6330 pada pukul 14.20 Wita dengan tujuan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali," sebutnya.
Lantaran tidak ada sanak saudara di Labuan Bajo, pihak RSUD Komodo mengambil tanggung jawab moral untuk mengantar ML hingga ke tangan otoritas negaranya.
| TNI di Perbatasan RI-RDTL Perbaiki Saluran Air, Warga Kembali Nikmati Air Bersih |
|
|---|
| Meski Di Penjara, Nikita Mirzani Tidak Bangkrut, Ternta ini Sumber Uang Ibunda Loly |
|
|---|
| Pemprov NTT Apresiasi BI, Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru |
|
|---|
| DPD Partai Golkar Sumba Timur Gelar Musda untuk Evaluasi dan Konsolidasi |
|
|---|
| Sekda Kota Kupang Dorong Pelajar Pentingnya Pemahaman HIV/AIDS Sejak Dini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jenasah-WNA-Kanada-dikirim-ke-Bali.jpg)