Rabu, 29 April 2026

Imigran Diamankan di Rote

7 WNA Diduga Imigran Gelap Diamankan di Rote Selatan, DPRD Sebut Ancaman bagi NKRI

Mereka ditemukan di wilayah pesisir selatan Pulau Rote, kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik masuk imigran ilegal.

Tayang:
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Mooy 

Ringkasan Berita:
  • 7 WNA diduga imigran gelap diamankan di Kecamatan Rote Selatan
  • Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Denison Mooy mengatakan kasus tersebut sebagai ancaman bagi NKRI
  • Soroti keberadaan aparat keamanan di Rote, mulai dari TNI Angkatan Laut, Brimob, Kepolisian hingga TNI Angkatan Darat

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Tujuh warga negara asing (WNA) yang diduga imigran gelap diamankan di Pantai Masidae, Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 08.00 Wita, Selasa (24/2/2026).

Ketujuh WNA tersebut terdiri dari empat warga negara China dan tiga warga negara Uzbekistan.

Mereka ditemukan di wilayah pesisir selatan Pulau Rote, kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi titik masuk imigran ilegal.

Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denison Moy menilai peristiwa berulang ini sebagai sinyal serius terhadap keamanan wilayah perbatasan laut Indonesia.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Amankan Imigran asal Cina dan Uzbekistan di Rote Selatan

"Terkait dengan berulang-ulang penangkapan imigran di Laut Rote ini, ini sudah salah satu yang kita selalu bilang bahwa ini pengancaman terhadap NKRI. Ini menandakan bahwa wilayah laut kita sudah tidak aman," tandas Denison.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh memandang kasus ini sebagai persoalan biasa atau musiman.

Ia mengingatkan potensi ancaman yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik masuknya para imigran tersebut.

"Jangan hanya sekadar masalah cari suara sementara. Bisa saja ini ada masalah politis atau hal lain yang bisa menimbulkan ancaman terhadap keamanan NKRI. Jangan sampai ada kajian-kajian tertentu dilakukan di sini," pungkasnya.

Denison menekankan perlunya pengamanan serius dan berkelanjutan di wilayah Laut Timur, khususnya perairan Rote yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.

"Paling tidak harus ada pengamanan wilayah Laut Timur secara baik. Supaya jangan setiap tahun kasus ini berulang-ulang. Masa setiap tahun terjadi terus seperti ini?" katanya.

Ia juga menyoroti keberadaan aparat keamanan di Rote, mulai dari TNI Angkatan Laut, Brimob, Kepolisian hingga TNI Angkatan Darat. 

Namun, jika kasus serupa terus terjadi setiap tahun, menurutnya, masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan.

"Kalau setiap tahun terjadi begini terus, masyarakat bisa pertanyakan," tuturnya. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved