Kamis, 23 April 2026

Paskah 2026

Gereja Harus Bergerak ke Pinggiran, Ribuan Umat Katolik Ikuti Misa Rabu Abu 

Ribuan umat rela berdiri di luar gereja Katedral Roh Kudus, Keuskupan Labuan Bajo saat mengikuti misa Rabu Abu.

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
RABU ABU - Suasana perayaan misa Rabu Abu di Paroki Sto. Yoseph Pekerja Penfui, Kota Kupang. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus menyerukan poin penting yang mesti dijalankan selama masa prapaskah, masa pertobatan bagi umat Katolik.
  • Pertama, isu rohani berkaitan dengan hati yang terpecah. Konteks historis kitab Yoel tentang bangsa Israel. "Israel adalah orang pilihan. 
  • Tetapi orang Israel selalu jatuh dalam masalah yang sama, karena ketidaksetiaan kepada Yahwe," kata Mgr. Maksimus Regus.
  • Mgr. Maksimus Regus melayangkan beberapa pertanyaan reflektif kepada umat yang hadir saat misa. 

 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Ribuan umat rela berdiri di luar gereja Katedral Roh Kudus, Keuskupan Labuan Bajo saat mengikuti misa ketiga pada hari Rabu Abu, Rabu (18/2/2026) petang.

Umat yang berdiri di luar dikarenakan bangunan Gereja katedral Roh Kudus Labuan Bajo tak lagi mampu menampung umat yang datang. 

Pantauan Pos Kupang, di luar gereja tidak disediakan tenda dan kursi. Para ibu yang menggendong bayi dan membawa anak-anak pun terpaksa harus berdiri selama misa berlangsung.

Sebagian umat lagi memilih duduk dan berdiri di bawah rindangnya pepohonan yang ada di sekitaran gereja.

Untuk misa ketiga dipimpin Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus bersama imam konselebran.

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus menyerukan poin penting yang mesti dijalankan selama masa prapaskah, masa pertobatan bagi umat Katolik.

Pertama, isu rohani berkaitan dengan hati yang terpecah. Konteks historis kitab Yoel tentang bangsa Israel. "Israel adalah orang pilihan. Tetapi orang Israel selalu jatuh dalam masalah yang sama, karena ketidaksetiaan kepada Yahwe," kata Mgr. Maksimus Regus.

Mgr. Maksimus Regus melayangkan beberapa pertanyaan reflektif kepada umat yang hadir saat misa. 

"Saatnya kita bertanya pada hati kita, apa yang menguasai hati kita, apa yang menguasai kehidupan kita," tanya Mgr. Maksimus Regus.

Mgr. Maksimus Regus mengatakan, dari hati yang pecah itu, dengan solusi yang ditawarkan firman Tuhan kepada semua orang yaitu pertobatan dalam hati masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Maksimus Regus menuturkan keselamatan itu bukan semata teori masa depan. Tetapi keselamatan adalah sesuatu yang terjadi dalam hidup. 

"Tuhan minta kita memanfaatkan waktu untuk saat ini bertobat. Tuhan mengajak kita untuk mulai menata hidup kita dan meminta saat keselamatan yang harus diutamakan melalui pembaharuan diri dan pembaharuan gereja," ujar Mgr. Maksimus Regus.

Pemimpin umat keuskupan Labuan Bajo itu mengingatkan kepada umat Katolik, sebagaimana yang dikatakan Yesus Kristus yaitu lakukan doa dan penghayatan iman semestinya dalam ruang tersembunyi. 

"Yang paling tersembunyi hanya kita dengan Tuhan. Doa, puasa dan amal adalah tindakan. Tuhan mau mengajarkan penampilan itu penting dalam hidup tetapi relasi dengan Tuhan itu penting," terang Mgr. Maksimus Regus.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved