NTT Terkini
BMKG Prakirakan Cuaca Hujan Lebat di NTT pada Awal Ramadan 1447 Hijriah
BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di utara Australia atau Teluk Carpentaria yang menyebabkan daerah pertemuan di wilayah NTT.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- BMKG memprakirakan cuaca hujan ringan hingga lebat berpeluang terjadi di NTTpada awal Ramadan 1447 Hijriah
- Kementerian Agama, menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada Kamis, (19/2/2026)
- BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di utara Australia atau Teluk Carpentaria yang menyebabkan daerah pertemuan di wilayah NTT
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca hujan sampai lebat di awal Ramadan 1447 Hijriah atau 17-19 Februari 2026.
Sebagai informasi, hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada Kamis, (19/2/2026).
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek pada Selasa, (17/2/2026) menyebut, terdapat dinamika atmosfer skala regional, yaitu menguatnya Monsun Asia, La Nina Lemah, gelombang Rosby dan Gelombang Atmosfer Low yang memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.
BMKG juga memantau adanya pusat tekanan rendah di utara Australia atau Teluk Carpentaria yang menyebabkan daerah pertemuan di wilayah NTT.
Baca juga: Posisi Hilal 17 Februari 2026, BMKG: Masih di Bawah 3 Derajat
Hal itu, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpeluang menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sisi lain, kelembapan udara pada lapisan 800 milibar hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi berkisar antara 70 persen - 95 % , mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertical di wilayah NTT.
"Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," katanya.
Kepala Stasiun Maritim Tenau Yandri Tungga menjelaskan, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat -Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8 - 38 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di selat Sape, perairan Taman Nasional Komodo, Perairan Labuan Bajo, perairan Flores, perairan Selatan Alor - Pantar, selat Flores - Lamakera, selat Pantar, selat Alor, selat Sumba, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Sabu - Raijua, perairan Utara Kupang- Rote, selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote.
Dia meminta agar mewaspadai awan Cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba.
Peluang tinggi gelombang 1- 2,5 meter terjadi di selat Sape Bagian Utara, selat Sape Bagian Selatan, perairan Selatan Flores, perairan Utara Flores, Selat Flores - Lamakera, perairan Selatan Alor - Pantar.
Kemudian di selat Sumba Bagian Barat, selat Sumba Bagian Timur, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Utara Sabu - Raijua, perairan Utara Timor, perairan Selatan Sabu- Raijua, perairan Utara Kupang - Rote, selat Pukuafu, selat Pantar, perairan Taman Nasional Komodo.
"Tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Sumba, perairan Selatan Timor - Rote," katanya. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kondisi-hujan.jpg)