Rabu, 22 April 2026

Podcast Pos Kupang

Tahun Kuda Api, INTI NTT Targetkan Beasiswa untuk 40 Anak 

Karena itu, INTI NTT saat ini lebih banyak fokus pada pendidikan dengan mengirim siswa NTT untuk studi lanjut di Tiongkok.

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Selasa, 10/02/2026. 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Memasuki Tahun Kuda Api Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT akan menggelontorkan beasiswa bagi 40 anak NTT. 

Tahun Kuda Api sendiri akan ditandai dengan perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. 

Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo dalam Podcast Pos Kupang, Selasa, 10/02/2026 mengatakan, para penerima beasiswa akan melanjutkan pendidikan ke Nantong University, Cina, selama tiga tahun. 

"Beberapa tahun belakangan itu kami fokus di pendidikan terutama pendidikan tinggi. Dengan melihat kondisi pendidikan di NTT ini kita semua sadar bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah daerah jika ingin maju," kata Theo. 

Baca juga: Peduli Pendidikan, Perhimpunan INTI NTT Sosialisasi  Beasiswa Penuh di SMAN 3 Kota Kupang

Karena itu, INTI NTT saat ini lebih banyak fokus pada pendidikan dengan mengirim siswa NTT untuk studi lanjut di Tiongkok. 

Program ini, kata dia, adalah beasiswa penuh, artinya bebas uang kuliah sama sekali. 

"Tetapi lebih daripada itu saya bisa bilang beasiswa penuh plus-plus. Banyak plusnya, yang pertama, disediakan akomodasi gratis, jadi siswa ke sana itu sudah disediakan tempat tinggalnya lalu yang kedua, dapat uang saku, kemudian plus yang berikut siswa tidak harus bisa berbahasa Mandarin, yang penting kemampuan Bahasa Inggrisnya saja, listening dan speaking sebab di tahun pertama siswa hanya belajar Mandarin. Tahun kedua baru mulai belajar bidang studi," ujarnya. 

"Obsesi kami kalau bisa banyak anak NTT yang belajar keluar negeri, untuk sementara akses yang terbuka itu ke Tiongkok, terbuka juga kemungkinan belajar di negara lain," tambahnya. 

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ini sangat yakin bahwa jika diberi dukungan dan dorongan anak-anak NTT sangat mampu karena menurutnya mereka ternyata sangat cerdas. 

Terkait Tahun Baru Imlek Theo mengatakan perayaan ini mirip dengan perayaan keagamaan yang lain seperti lebaran yang intinya adalah silaturahmi. 

"Waktu Imlek, Imlek ini kan hari pertama bulan pertama dalam tahun itu, wajib kita ingat leluhur. Bagaimanapun kita ada, kita hidup itu karena jasa para leluhur. Jadi penghormatan kepada leluhur. 

Yang kedua, kita semua wajib kembali ke rumah besar, artinya rumah dari orang tua, nenek, saya kira ini tidak beda dengan pada waktu lebaran atau yang istimewa juga kita lihat pada waktu Semana Santa, itu kan semua orang Flores Timur itu seperti dipanggil pulang pada waktu itu, nyekar ke makam leluhur, kumpul keluarga dan sebagainya. 

Lalu yang ketiga, Imlek itu adalah perayaan syukur. Jadi kita bersyukur atas sukses di tahun yang sudah lewat dan kita berdoa mohon penyertaan Tuhan untuk tahun yang akan datang. 

Imlek itu bukan perayaan keagamaan tapi perayaan budaya, tradisi," jelasnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved