Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini

Komisi V DPRD NTT Minta Pemerintah Pertimbangkan Buka Sekolah Baru

pemerintah sebaiknya memperhatikan sekolah-sekolah yang sudah dibangun dan minim perhatian

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Anggota Komisi V DPRD NTT Kasimirus Kolo ketika diwawancarai. Selasa, (10/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Komisi V DPRD NTT meminta pemerintah mempertimbangkan membuka sekolah baru
  • Pemerintah juga diminta memperhatikan sekolah-sekolah yang sudah dibangun dan minim perhatian
  • Komisi V DPRD NTT juga mendesak agar sekolah yang sudah ada tidak boleh dibiarkan rusak bahkan memprihatinkan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah agar mempertimbangkan membuka sekolah baru. 

Anggota Komisi V DPRD NTT Kasimirus Kolo, Selasa (10/2/2026) menilai pemerintah sebaiknya memperhatikan sekolah-sekolah yang sudah dibangun dan minim perhatian.

Politikus NasDem itu memahami keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah dalam pemeliharaan gedung sekolah. Namun begitu, ia mendesak agar sekolah yang sudah ada tidak boleh dibiarkan rusak bahkan memprihatinkan. 

"Bahkan ada yang buruk sekali, tidak punya ruang kelas, laboratorium, ruang guru yang memadai," ujarnya. 

Baginya itu merupakan tantangan. Untuk itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari provinsi maupun kabupaten/kota, harus memiliki data yang akurat terkait kondisi sekolah

Data itu juga digunakan dalam perencanaan dalam rehabilitasi ataupun pembangunan sekolah. Perencanaan berbasis data itu akan membantu Pemerintah agar pengerjaan lebih baik dan tepat sasaran. 

"Kalau pemerintah tidak memiliki data yang akurat maka dia bisa subjektif, dalam arti bahwa Dinas barang kali bisa memilih sekolah ini, suka mereka. Sementara sekolah yang buruk terabaikan," ujarnya. 

Baca juga: DPRD NTT Minta Pemprov Usulkan Pembangunan Jembatan Numponi Malaka ke Pemerintah Pusat

Ia menyoroti kecukupan sekolah yang ada di NTT. Kasimirus berpandangan, pemerintah harus membatasi pembangunan sekolah baru. Sebaiknya, pemerintah mengurus sekolah-sekolah yang sudah ada. 

"Sedangkan penambahan sekolah baru atas usulan masyarakat sebaiknya dipertimbangkan sesuai dengan urgensi dan skala prioritas," katanya. 

Dalam laporan Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, tahun 2024 tercatat ada 3.331 sekolah dasar, 1.699 SMP, 667 SMA, 341 SMK, dan 60 perguruan tinggi. 

Sementara di tahun 2025 dalam laporan BPMP NTT menyebutkan jumlah PAUD sebanyak 6.257, SD sebanyak 5.266, SMP sebanyak 1.890, SMA sebanyak 625 unit, dan SMK 362 dan SLB 49 unit. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved