Kamis, 23 April 2026

Polda NTT Gelar Syukuran Pembentukan Direktorat Reserse PPA dan PPO

Langkah strategis dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak serta upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO/POS-KUPANG.COM/HO
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO PERESMIAN - Kapolda NTT, Rudi Darmoko, bersama Wakapolda NTT Baskoro dan Direskrimum Polda NTT Patar Silalahi, foto bersama direktur Ditreskrim PPA dan PPO, Nova Irone Surentu bersama jajaran PPA dan PPO 

Ringkasan Berita:- Langkah Strategis Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
- Juga untuk Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
- Baru Terbentuk di Tingkat Polda. Polres Belum Ada

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar acara syukuran pembentukan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditreskrim PPA dan PPO), yang berlangsung di Mapolda NTT, Kupang, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan syukuran tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda NTT dan dilanjutkan dengan makan bersama serta ramah tamah bersama seluruh jajaran yang hadir.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, SIK, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa puji dan syukur atas terbentuknya Direktorat Reserse PPA dan PPO di Polda NTT. Ia menegaskan bahwa pembentukan direktorat ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak serta upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

“Pada tahap awal ini, kita sudah mengisi personel sebanyak 42 orang. Memang masih sangat kurang, dan secara bertahap akan kita tambah lagi,” ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan bahwa untuk sementara, Direktorat Reserse PPA dan PPO di wilayah NTT baru dibentuk di tingkat Polda. Secara nasional, direktorat ini baru ada di 11 Polda dan 22 Polres di seluruh Indonesia.

“Dengan pertimbangan bahwa NTT merupakan daerah perbatasan dan angka kasus PPA serta PPO cukup tinggi, saya pribadi sangat bersyukur dengan dibentuknya direktorat ini. Saya harap ke depan dapat lebih fokus dalam upaya pemberantasan PPO maupun PPA,” lanjutnya.

Menurut Kapolda, pembentukan direktorat baru ini juga disertai dengan target yang jelas, yakni menekan angka tindak pidana perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itu, Ditreskrim PPA dan PPO akan bekerja sama dengan berbagai stakeholder terkait.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan kasus PPA dan PPO, mengingat sebagian besar korban mengalami trauma mendalam.

“Direktorat ini harus humanis, karena penanganan tindak pidana PPA dan PPO ini lebih kepada kemanusiaan. Korban kekerasan perempuan dan anak, termasuk korban perdagangan orang, tentu mengalami trauma,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda NTT menyebutkan bahwa Polda NTT juga telah menyediakan rumah aman bagi para korban tindak pidana PPA dan PPO, baik di lingkungan Polda maupun di luar Polda.

Acara syukuran ini turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., Direktur Reskrim PPA dan PPO Polda NTT Kombes Pol Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H., Direskrimum Polda NTT Kombes Pol Patar Silalahi, S.I.K., serta jajaran pejabat dan personel Polda NTT lainnya. (uge)


 

 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved