Selasa, 14 April 2026

Human Interest Story

FEATURE: Luncurkan Program Kita Harus Belajar KIHAJAR, HP SMAN 1 Ende Ditertibkan

Pemerintah Kabupaten Ende terkait penerapan jam belajar di rumah, SMAN 1 Ende meluncurkan program KIHAJAR

POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/HO.WILLY
PROGRAM KIHAJAR – SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program KIHAJAR (Kita Harus Belajar). Salah satu programnya yakni pembatasan penggunaan Handphone (HP). 

Ringkasan Berita:
  • MENINDAKLANJUTI peraturan dan edaran Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Ende terkait penerapan jam belajar di rumah, SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program KIHAJAR (Kita Harus Belajar).
  • Program KIHAJAR melibatkan seluruh komponen pendidikan, mulai dari pihak sekolah, orang tua, komite sekolah, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan. 
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - MENINDAKLANJUTI peraturan dan edaran Pemerintah Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Ende terkait penerapan jam belajar di rumah, SMAN 1 Ende meluncurkan program gerakan belajar siswa yakni program KIHAJAR (Kita Harus Belajar).

Program KIHAJAR melibatkan seluruh komponen pendidikan, mulai dari pihak sekolah, orang tua, komite sekolah, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan. 

Peluncuran program berlangsung di SMAN 1 Ende, Sabtu (17/1) disaksikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Wilayah IV, Koordinator Pengawas Dikmen, unsur pemerintah, serta TNI dan Polri. 

Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama oleh Kepala SMAN 1 Ende, pengurus komite sekolah, unsur pemerintah yang hadir, serta Ketua OSIS SMAN 1 Ende.

Kepala SMAN 1 Ende, Marselinus Sina, mengatakan program KIHAJAR merupakan inisiatif sekolah bersama komite sebagai bentuk gerakan bersama untuk mendorong budaya belajar siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi belajar anak yang dinilai semakin menurun, terutama akibat pengaruh penggunaan handphone atau gadget yang berlebihan.

“Ketika pulang sekolah, sebagian besar anak tidak lagi belajar dan justru berkeliaran di luar rumah. Ini menjadi kegelisahan kita bersama, sehingga semua pihak harus mengambil peran untuk mendorong anak-anak kembali belajar,” ujar Marselinus.

Melalui program KIHAJAR, sekolah dan orang tua sepakat untuk menertibkan penggunaan handphone serta menerapkan jam wajib belajar di rumah sebagai tanggung jawab bersama.

“Di sekolah, melalui wali kelas, handphone siswa kami kumpulkan sejak masuk sekolah dan hanya diberikan jika dibutuhkan untuk pembelajaran. Kami berharap orang tua di rumah juga membatasi penggunaan HP agar anak bijak menggunakannya,” katanya.

Terkait penerapan jam belajar di rumah, pihak sekolah akan menyiapkan jurnal refleksi siswa sebagai alat kontrol yang ditangani langsung oleh wali kelas.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Ende, Yustinus Sani, mengatakan orang tua mendukung penuh pelaksanaan program KIHAJAR demi peningkatan kualitas pendidikan anak.

“Kami mendukung dan siap mengikuti proses ini. Kami juga sadar bahwa saat ini sangat sulit mengatur anak-anak terkait penggunaan HP,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, komite sekolah meminta agar pihak sekolah mewajibkan pemberian pekerjaan rumah (PR) setiap hari kepada siswa. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved