Jumat, 15 Mei 2026

Kredit Usaha Rakyat

KUR Pekerja Migran Resmi Diluncurkan di NTT

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menandatangani kerja sama antara Bank NTT dan PT Musubu

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
GUBERNUR - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menyampaikan pidato 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Program Kredit Usaha Rakyat untuk Pekerja Migran Indonesia atau KUR Pekerja Migran resmi diluncurkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peluncuran Program KUR Pekerja Migran dimulai dengan penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan PT Musubu oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.   

Adapun peluncuran program KUR Pekerja Migran itu dilakukan untuk memutus mata rantai rentenir dan mafia Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang selama ini membelit pekerja migran.

Skema pembiayaan ini menjadi terobosan baru karena dirancang khusus untuk kebutuhan pekerja migran, dengan bunga sangat rendah dan mekanisme pengembalian yang manusiawi. 

Kredit tersebut diberikan untuk membiayai proses pendidikan, pelatihan, hingga keberangkatan, tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

“Ini KUR yang berbeda. Ini KUR Khusus Pekerja Migran. Bunganya sangat murah dan bisa diuji. Dengan model ini, pekerja migran tidak perlu lagi pusing urusan biaya sebelum berangkat,” ujar Gubernur Melki Laka Lena, Senin (19/1/2026). 

Bank NTT Dipercaya Kelola KUR PMI

Gubernur menjelaskan, kepercayaan pemerintah pusat kepada Bank NTT didasarkan pada kondisi bank yang dinilai sehat dan layak menyalurkan kredit khusus PMI. 

Sementara PT Musubu dipilih karena dinilai legal, profesional, serta konsisten mempersiapkan pekerja migran sesuai aturan.

Penempatan tahap awal difokuskan ke Jepang, namun ke depan akan diperluas ke Australia dan negara lain.

Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan komitmennya untuk mengontrol ketat seluruh perusahaan penempatan pekerja migran agar berkantor pusat di NTT.

“Kita mau hentikan praktik kotor di celah-celah hukum. Mafia TPPO ini melibatkan oknum dari banyak institusi. Ini harus dihentikan. Dengan skema ini, anak-anak NTT terlindungi,” ungkap Gubernur Melki Laka Lena.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap pekerja migran NTT yang sebelumnya terpaksa meminjam ke bank di luar daerah dengan bunga sangat tinggi.

“Bunga yang kami berikan bisa dibilang hanya sekitar 30 persen dari bunga yang selama ini mereka bayar. Cicilan dilakukan setelah mereka bekerja di negara tujuan, dipotong dari gaji dengan perhitungan yang adil,” ujar Charlie.

Bank NTT juga tengah menjajaki kerja sama dengan bank Jepang untuk memperlancar remitansi agar penghasilan pekerja migran dapat langsung mengalir ke rekening di NTT dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan keluarga.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved