Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini

Dinas Pertanian NTT Mitigasi Ancaman Cuaca Ekstrem

Hal yang perlu diantisipasi, kata dia, adalah daerah sentra produksi pertanian. Daerah yang dimaksud berada di wilayah Flores bagian tengah

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/Irfan Hoi
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz O. Wanda ketika diwawancarai tentang mitigasi pihaknya terhadap ancaman cuaca ekstrem. Senin, (19/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian Provinsi NTT akan memperbaiki saluran irigasi imbas cuaca ekstrem yang melanda
  • Daerah sentra produksi pertanian akan mendapatkan perhatian serius pemerintah
  • Adaptasi dan mitigasi dari petani hingga penyuluh di lapangan akan dilakukan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANGDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melakukan mitigasi terhadap ancaman cuaca ekstrem yang melanda NTT. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz O. Wanda mengatakan, laporan BMKG tentang kondisi cuaca sangat penting bagi sektor pertanian. Itu akan ada adaptasi dan mitigasi dari petani hingga penyuluh di lapangan. 

"Kalau banjir, tanaman terendam, rusak. Kita dengan pemerintah pusat, kita menyiapkan benih yang lebih baik yang perlu pergantian, kita menyiapkan benih yang bisa tahan, dan saluran irigasi yang kita perbaiki," katanya, Senin (19/1/2026) di Kupang. 

Joaz mengatakan, penyiapan benih itu memang membutuhkan proses. Namun, pihaknya berkomitmen agar langkah cepat harus dilalui dengan dukungan APBN dan APBD. 

Hal yang perlu diantisipasi, kata dia, adalah daerah sentra produksi pertanian. Daerah yang dimaksud berada di wilayah Flores bagian tengah dan barat, Sumba dan sebagian wilayah di Pulau Timor.

Joaz mengaku, telah mengikuti rapat bersama Komisi II DPRD NTT. Salah satunya membahas antisipasi risiko akibat cuaca buruk yang melanda NTT. 

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT Jan Pieter Windy mengatakan DPRD telah meminta Dinas Pertanian agar melakukan pencegahan terhadap cuaca buruk pada sektor pertanian. Ia mengaku, Dinas sendiri telah menyiapkan langkah mitigasi. 

"Kita harapkan dinas melakukan langkah mitigasi. Dinas sementara lakukan. Memang situasi ini tiap tahun, kalau di pertanian kita lihat dengan kondisi cuaca," katanya. 

Politikus Gerindra itu mengatakan, tidak saja Dinas Pertanian yang melakukan pencegahan. OPD terkait juga diminta agar membantu pengurangan risiko bencana pada lahan pertanian. 

Baca juga: Waspada, BMKG Sebut NTT Berpotensi Dilanda Hujan Ekstrem Hari Ini, Senin 19 Januari 2026

Salah satunya, kata dia, mengenai penyiapan benih bagi petani yang terdampak. Jan menyebut benih itu bukan skema bantuan. Itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah melakukan mitigasi dan penanggulangan jika terjadi bencana. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenot'ek mengatakan, pihaknya memantau adanya bibit siklon tropis 97S di Tenggara NTT (Australia bagian Utara) yang terus bergerak ke arah Barat. 

Hal itu membentuk daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT serta aktifnya Gelombang Equatorial Rosby, Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT.

Amatan BMKG juga melihat adanya bibit siklon tropis 96S di Selatan Jawa Timur dan bibit siklon tropis 97S di Australia bagian Utara bergerak ke arah Barat yang berpotensi meningkat menjadi Siklon Tropis.

"Menyebabkan daerah belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT serta aktifnya Gelombang Rosby dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT," ujarnya, 

Sti mengatakan, bibit siklon tropis 97S dalam 24 jam kedepan memiliki potensi rendah menjadi siklon tropis. Untuk itu, perlu mewaspadai dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana Hidrometeorologi. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved