TTS Terkini
Hadirnya Relawan Membuat Dapur MBG Hidup dan Penuh Kasih
Dalam pelayanan seringkali relawan menghadapi berbagai tantangan seperti lelah, jenuh, ada perbedaan pendapat, merasa tidak dihargai
Ringkasan Berita:
- Puluhan relawan mengikuti acara penguatan kapasitas di Biloto, Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
- Para relawan berasal dari Biloto, dan beberapa mitra SPPG di Atambua dan Kupang yang telah terlibat dalam program MBG.
- Romo Leo menekankan bahwa dapur bukanlah sekadar tempat memasak, tetapi ruang pelayanan dan solidaritas. Tanpa relawan, dapur hanyalah ruang bagi alat-alat.
POS-KUPANG.COM, BILOTO - Relawan merupakan hati dari dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG. Hadirnya relawan membuat dapur MBG menjadi hidup dan penuh kasih.
Demikian disampaikan imam Katolik Keuskupan Agung Kupang, Romo Leo Mali, Pr, dalam penguatan kapasitas relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Biloto, Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam rilis yang diterima Pos Kupang dari Saddam HP, Minggu (18/1/2026) disebutkan, kegiatan ini diikuti puluhan relawan yang berasal dari Biloto, dan beberapa mitra SPPG di Atambua dan Kupang yang telah terlibat dalam program MBG.
Baca juga: Dapur MBG Waiwadan Layani 3.082 Siswa, Bupati Flotim Minta Jaga Kualitas
Dalam sesi penguatan kapasitas ini, Romo Leo menekankan bahwa dapur bukanlah sekadar tempat memasak, tetapi ruang pelayanan dan solidaritas. Tanpa relawan, dapur hanyalah ruang bagi alat-alat.
“Relawan adalah hati dari dapur MBG. Hanya dengan hadirnya relawan, dapur menjadi hidup dan penuh kasih. Relawan adalah jantung yang memompa energi pelayanan,” papar Romo Leo.
Memiliki Kasih dan Tanggung Jawab
Dosen pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang itu mengajak peserta untuk menyadari identitas mereka sebagai relawan dan nilai-nilai utama yang dimiliki oleh relawan.
“Seorang relawan hendaknya memiliki Kasih, Solidaritas, Tanggung Jawab dan Gotong Royong,” tambahnya.
Menurut Romo Leo, kasih itu hadir saat seorang relawan menyadari bahwa setiap makanan yang disiapkan bukan sekedar nutrisi tetapi tanda cinta.
Solidaritas dan tanggung jawab dibuktikan saat seorang relawan berdiri bersama yang lapar dan kesepian serta bekerja dengan hati untuk menjaga kualitas makanan.
“Relawan mesti gotong royong sebab setiap orang saling melengkapi dan berjalan bersama-sama,” ungkap inisiator Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan (J-RUK) Kupang ini.
Ia mengutip Injil Matius 25:35, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku orang asing, kamu memberi aku tumpangan.”
Romo Leo menegaskan, seorang relawan di dapur tidak hanya memasak, tetapi menghidangkan kasih Allah melalui setiap piring makanan.
“Tindakan sederhana memberi makan adalah tindakan iman yang besar,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai tim di sebuah SPPG, para anggota adalah satu tubuh. Bila ada anggota tubuh yang malas dan egois, maka semua kerja akan terganggu.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
SPPG
Leo Mali
program MBG
Mollo Selatan
Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Selatan
| Gereja Bethel Indonesia NTT Gelar Sidang Majelis Daerah Khusus Gembala di TTS |
|
|---|
| 294 Sekolah di TTS Tak Memiliki Kepala Sekolah Definitif, Kadis Dikbud TTS Pastikan Sedang Usul |
|
|---|
| Bupati TTS Lantik Tiga Pejabat Kepala Desa dan Satu Pejabat Kepala Desa Persiapan |
|
|---|
| Polres TTS Tetapkan Hawaria Made DPO Tersangka Kasus Penipuan di Kuatnana |
|
|---|
| Titip Doa Untuk Daerah, Bupati TTS Lepas 15 Jemaah Haji Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Leo-Mali-MBG.jpg)