Senin, 27 April 2026

TTS Terkini

Hadirnya Relawan Membuat Dapur MBG Hidup dan Penuh Kasih

Dalam pelayanan seringkali relawan menghadapi berbagai tantangan seperti lelah, jenuh, ada perbedaan pendapat, merasa tidak dihargai

|
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
PENGUATAN - Romo Leo Mali, Pr (kiri) memberikan penguatan kapasitas relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Biloto, Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan relawan mengikuti acara penguatan kapasitas di Biloto, Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.
  • Para relawan berasal dari Biloto, dan beberapa mitra SPPG di Atambua dan Kupang yang telah terlibat dalam program MBG.
  • Romo Leo menekankan bahwa dapur bukanlah sekadar tempat memasak, tetapi ruang pelayanan dan solidaritas. Tanpa relawan, dapur hanyalah ruang bagi alat-alat. 

 

POS-KUPANG.COM, BILOTO - Relawan merupakan hati dari dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG. Hadirnya relawan membuat dapur MBG menjadi hidup dan penuh kasih.

Demikian disampaikan imam Katolik Keuskupan Agung Kupang, Romo Leo Mali, Pr,  dalam penguatan kapasitas relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Biloto, Mollo Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. 

Dalam rilis yang diterima Pos Kupang dari Saddam HP, Minggu (18/1/2026) disebutkan, kegiatan ini diikuti puluhan relawan yang berasal dari Biloto, dan beberapa mitra SPPG di Atambua dan Kupang yang telah terlibat dalam program MBG.

Baca juga: Dapur MBG Waiwadan Layani 3.082 Siswa, Bupati Flotim Minta Jaga Kualitas

Dalam sesi penguatan kapasitas ini, Romo Leo menekankan bahwa dapur bukanlah sekadar tempat memasak, tetapi ruang pelayanan dan solidaritas. Tanpa relawan, dapur hanyalah ruang bagi alat-alat. 

“Relawan adalah hati dari dapur MBG. Hanya dengan hadirnya relawan, dapur menjadi hidup dan penuh kasih. Relawan adalah jantung yang memompa energi pelayanan,” papar Romo Leo. 

Memiliki Kasih dan Tanggung Jawab

Dosen  pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang itu  mengajak peserta untuk menyadari identitas mereka sebagai relawan dan nilai-nilai utama yang dimiliki oleh relawan.

“Seorang relawan hendaknya memiliki Kasih, Solidaritas, Tanggung Jawab dan Gotong Royong,” tambahnya.

Menurut Romo Leo, kasih itu hadir saat seorang relawan menyadari bahwa setiap makanan yang disiapkan bukan sekedar nutrisi tetapi tanda cinta. 

Solidaritas dan tanggung jawab dibuktikan saat seorang relawan berdiri bersama yang lapar dan kesepian serta bekerja dengan hati untuk menjaga kualitas makanan. 

“Relawan mesti gotong royong sebab setiap orang saling melengkapi dan berjalan bersama-sama,” ungkap inisiator Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan (J-RUK) Kupang ini. 

Ia mengutip Injil Matius 25:35, “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku orang asing, kamu memberi aku tumpangan.”

Romo Leo menegaskan, seorang relawan di dapur tidak hanya memasak, tetapi menghidangkan kasih Allah melalui setiap piring makanan. 

“Tindakan sederhana memberi makan adalah tindakan iman yang besar,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai tim di sebuah SPPG, para anggota adalah satu tubuh. Bila ada anggota tubuh yang malas dan egois, maka semua kerja akan terganggu. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved