Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Ketua DPD ASITA NTT Tanggapi Pasca Kecelakaan KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
Keselamatan adalah tanggung jawab bersama demi menjaga keberlanjutan dan reputasi pariwisata Indonesia
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD ASITA NTT, Oyan Kristian, ST menanggapi terjadinya insiden kecelakaan kapal Phinisi KM Putri Sakinah di Selat Padar
- Oyan menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prinsip bukan sekadar pemenuhan administratif
- Penerapan standar keselamatan di lapangan harus bersifat seragam, terpusat, dan diatur oleh otoritas terkait
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, SEBA- Ketua DPD ASITA NTT, Oyan Kristian, ST menanggapi terjadinya insiden kecelakaan kapal Phinisi KM Putri Sakinah di Selat Padar, Labuan Bajo, NTT.
Oyan menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prinsip bukan sekadar pemenuhan administratif.
“Keselamatan harus menjadi prinsip dasar dalam setiap aktivitas pariwisata, bukan sekadar pemenuhan administratif,” ujar Oyan kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (7/1/2026).
Seperti diketahui, insiden tenggelamnya kapal Phinisi KM Putri Sakinah di Selat Padar, Labuan Bajo, NTT terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025 menewaskan 4 korban jiwa.
Oyan menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan di lapangan harus bersifat seragam, terpusat, dan diatur oleh otoritas terkait, sehingga tidak terjadi standar ganda dalam penyelenggaraan wisata, khususnya wisata bahari.
“Tentu pengawasan yang rutin dan terjadwal wajib dilakukan secara konsisten, dengan keselamatan wisatawan sebagai prioritas utama setelah regulasi ditetapkan,” ucap Oyan.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Sudah Temukan Bangkai KM Putri Sakinah di Pulau Komodo
Oyan juga menekankan bahwa tidak ada ruang, sekecil apa pun, untuk tawar-menawar apabila menyangkut faktor keselamatan dan keamanan wisatawan.
“Keselamatan tentu harus menjadi prinsip dasar dalam aktivitas pariwisata,” ujarnya.
Oyan menjelaskan, pariwisata di Labuan Bajo adalah leading sektor, sehingga perekonomian di Labuan Bajo sangat bergantung pada aktifitas pariwisatanya.
Namun, lanjutnya, cukup beresiko tinggi secara aksesibilitas dan fasilitasnya maka perlu adanya penerapan standard yang tinggi untuk faktor keselamatannya.
“Jika kita bisa memberi rasa aman untuk wisatawan lokal dan mancanegara, maka akan banyak wisatawan yang akan datang dan ini akan meningkatkan perekonomian daerah, begitupun sebaliknya,” tuturnya.
Oyan menambahkan, ASITA siap berkolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar keselamatan wisata bahari.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama demi menjaga keberlanjutan dan reputasi pariwisata Indonesia,” pungkasnya. (Mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-ASITA-NTT-Oyan-Kristian.jpg)