Editorial Pos Kupang
EDITORIAL: Pemprov NTT Harus Tegas
KASUS kecelakaan Kapal Wisata Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, merupakan peristiwa terburuk
Ringkasan Berita:
- KASUS kecelakaan Kapal Wisata Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (26/12) sekitar pukul 21.00 Wita merupakan peristiwa terburuk dan menjadi atensi internasional.
- Sebab, kecelakaan kapal tersebut telah merenggut nyawa empat orang warga Negara Spanyol yang datang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini untuk berlibur.
POS-KUPANG.COM - KASUS kecelakaan Kapal Wisata Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (26/12) sekitar pukul 21.00 Wita merupakan peristiwa terburuk dan menjadi atensi internasional.
Sebab, kecelakaan kapal tersebut telah merenggut nyawa empat orang warga Negara Spanyol yang datang ke Labuan Bajo, Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini untuk berlibur.
Namun naas, keinginan berlibur mereka harus diakhiri dengan peristiwa yang memilukan bagi keluarga dan memalukan bagi NTT. Sebab, kasus kecelakaan tersebut memberikan “promosi” kepada dunia luar bahwa begitu buruknya pelayanan transportasi laut bagi wisatawan di Labuan Bajo yang merupakan destinasi super premium tersebut.
Peristiwa kecelakaan laut ini bukan baru terjadi di Labuan Bajo. Kasus serupa sudah kerap terjadi dan setiap kali terjadi kecelakaan kita semua—khususnya otorita pariwisata, KSOP dan pengelola pariwisata--- di Labuan Bajo semua satu suara untuk menjadikan kasus tersebut sebagai kasus terakhir.
Namun nyatanya kasus serupa terus terjadi dan berulang terus menerus. Berdasarkan catatan dari Ombudsman RI Perwakilan NTT, sepanjang 2024 hingga akhir 2025, sedikitnya terdapat 15 kecelakaan kapal wisata tercatat terjadi di perairan Labuan Bajo.
Kecelakaan tersebut terjadi mulai dari kapal karam, dihantam gelombang tinggi, hingga mengalami gangguan teknis di tengah pelayaran.
Dari berbagai rentetan kecelakaan tersebut, kita patut bertanya, ada apa dengan pengelolaan pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo ini. Kenapa kasus demi kasus terus terjadi.
Bahkan setelah Kapal Wisata Putri Sakinah ini tenggelam, sebuah kapal wisata phinisi Dewi Anjani karam di sekitar Pelabuhan Pink, Kampung Tengah Labuan Bajo.
Mirisnya, sehari sebelumnya kapal Dewi Anjani tersebut baru saja selesai menjalankan trip dengan membawa wisatawan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kalau kecelakaan tersebut terjadi saat di tengah laut. Tentunya tragedi baru lagi terjadi di Labuan Bajo.
Dua peristiwa tersebut, tenggelamnya Kapal Wisata :Putri Sakinah dan Dewi Anjani memberi pesan kuat ada yang tidak beres dalam proses pemeriksaan sebelum kapal-kapal berlayar. Ada yang alpa dalam menjalankan tugasnya atau ada hal lain yang menyebabkan keluarnya izin berlayar dari lembaga yang memiliki otoritas untuk hal tersebut.
Oleh karena itu, kita mendorong dan mendukung tekad dari Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang akan melakukan evaluasi total terkait proses keselamatan pelayaran di Labuan Bajo Manggarai Barat tersebut.
Kasus kecelakaan kapal di pengujung tahun 2025 ini harus menjadi pintu masuk untuk memeriksa SOP sebelum kapal berlayar.
Pemerintah jangan ragu-ragu untuk menindak kapal-kapal yang diketahui tidak layak berlayar dan memeriksa oknum-oknum yang bermain-main atau menarik keuntungan dari pemberian izin berlayar bagi kapal yang tidak layak berlayar.
Ketegasan pemerintah ditunggu masyarakat wisata dunia. Sebab, stigma rendahnya keselamatan berlayar bagi wisatawan di NTT telah mendunia. Kita malu dengan kasus tersebut dan masyarakat butuh penanganan secara total sehingga tidak terjadi lagi.
Pemerintah jangan takut dengan orang-orang besar dari Jakarta atau daerah lainnya yang konon berada di belakang beroperasinya kapal-kapal phinisi tersebut. Demi majunya pariwisata NTT maka tindakan tegas tanpa pandang bulu harus dilakukan.
Kecuali kalau Pemprov NTT dan Pemkab Mabar juga cawe-cawe dalam beroperasinya kapal-kapal tersebut. Semoga ini tidak terjadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/operasi-SAR-hari-7.jpg)