Rabu, 22 April 2026

NTT Terkini

ASITA NTT Tegaskan Keselamatan Wisatawan Tak Bisa Ditawar

Peristiwa ini menjadi keprihatinan serius bagi industri pariwisata nasional, khususnya sektor wisata bahari di destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM
PENCARIAN - Kapal tim SAR sedang melakukan pencarian korban tenggelamnya sebuah kapal pinisi di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM KUPANG - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo. 

Peristiwa ini menjadi keprihatinan serius bagi industri pariwisata nasional, khususnya sektor wisata bahari di destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Ketua ASITA NTT, Oyan Kristian, mengatakan, insiden tersebut merupakan pengingat keras keselamatan wisatawan adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan kegiatan pariwisata.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Keselamatan wisatawan harus menjadi nomor satu. Tidak boleh ada kompromi sekecil apa pun jika menyangkut faktor safety,” kata Oyan, Rabu (31/12/2025) dalam keterangannya. 

Menurut ASITA, tenggelamnya kapal wisata tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa, melainkan peringatan serius untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi menjaga keselamatan wisatawan, kepercayaan dunia internasional, serta reputasi pariwisata Indonesia.

Sehubungan dengan insiden tersebut, ASITA NTT mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata.

Pertama, kata Oyan, kepada seluruh pelaku usaha wisata bahari, termasuk operator kapal dan travel agent, agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kapal, mulai dari kelayakan mesin, struktur kapal, hingga ketersediaan alat keselamatan. Kapal juga diminta hanya beroperasi sesuai kondisi cuaca dan peringatan resmi dari otoritas maritim.

“Keputusan menunda atau membatalkan perjalanan harus diutamakan apabila kondisi cuaca tidak aman,” ujar Oyan.

Baca juga: Kedubes Spanyol Apresiasi Pencarian dan Penyelamatan Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Kedua, ASITA NTT menegaskan operator kapal wisata wajib memiliki izin operasional yang sah dan aktif, diawaki oleh kru bersertifikasi dan berpengalaman, serta memberikan briefing keselamatan yang jelas kepada wisatawan sebelum berlayar.

Ketiga, travel agent dan tour operator diminta lebih selektif dalam memilih mitra operator kapal. ASITA mengingatkan agar pertimbangan tidak semata-mata didasarkan pada harga, tetapi juga pada aspek keselamatan, legalitas, dan rekam jejak operator.

Keempat, ASITA mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk memperketat pengawasan dan inspeksi rutin kapal wisata, memperjelas alur tanggung jawab keselamatan wisata bahari di destinasi prioritas, serta memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem yang terintegrasi dengan pelaku industri.

ASITA NTT juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang seragam dan terpusat di lapangan, yang diatur langsung oleh otoritas terkait agar tidak terjadi standar ganda antaroperator.

Selain itu, pengawasan harus dilakukan secara rutin dan terjadwal, dengan keselamatan ditempatkan sebagai prioritas utama setelah regulasi ditetapkan.

“Tidak boleh ada ruang tawar-menawar, sekecil apa pun, jika itu menyangkut keselamatan wisatawan,” kata Oyan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved