Selasa, 5 Mei 2026

NTT Terkini 

Ketua Sinode GMIT: Akhir Tahun 2025 Momen Memperbarui Komitmen untuk Lebih Peka pada Sesama

Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie mengajak jemaat untuk bersyukur atas tuntutan Tuhan dalam setiap langkah.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, STh. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak 

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT ), Pdt. Samuel Benyamin Pandie, S.Th mengajak jemaat untuk bersyukur atas tuntutan Tuhan dalam setiap langkah untuk melewati banyak gelombang atau cobaan hidup.

Hal ini disampaikan Pendeta Samuel Pandie sebagai pesan akhir tahun 2025 kepada seluruh umat Kristen Protestan, diterima POS-KUPANG.COM pada Selasa (30/12) malam.

Ia juga mengingatkan terkait adanya masa yang perlunya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor hingga gelombang tinggi yang bisa saja datang tanpa banyak "permisi"

"Saya mengajak kita merayakan akhir tahun dengan iman yang hangat dan akal sehat yang tajam. Damai itu rohani, tapi damai juga butuh persiapan," imbauhnya. 

Pendeta Samuel Pandie mengajak para jemaat untuk menjaga keselamatan keluarga. Dengan melakukan pemantauan informasi cuaca, batasi perjalanan yang tidak perlu, terutama pada malam puncak perayaan.

Jika harus bepergian, pastikan kendaraan laik, bawa perlengkapan darurat, dan jangan memaksakan diri melintasi jalur rawan banjir atau longsor. 

Ia mengingatkan para jemaat terutama yang tinggal di daerah rawan, siapkan langkah antisipasi seperti amankan dokumen penting, cek saluran air, dan saling memastikan tetangga terutama lansia, anak, dan keluarga rentan dan tidak sendirian menghadapi risiko.

Terkait kamtibmas, Pendeta Samuel Pandie mengajak jemaat untuk merayakan dengan sukacita yang menjaga ketertiban, bukan sukacita yang menimbulkan masalah.

"Hindari miras berlebihan, hindari petasan yang membahayakan, dan mari bijak dengan bunyi-bunyian seperti terompet: tanda kegembiraan mesti seimbang dengan batas waktu dan volumenya, hormati yang butuh istirahat; orang sakit, bayi, lansia serta jaga agar tidak memicu keributan. Jangan mudah terpancing provokasi, baik di jalan maupun di media sosial. Hoaks dan emosi itu sering bersekutu diam-diam; karena itu, cek informasi sebelum menyebarkannya," tambahnya. 

Pesan terakhir yang disampaikan Pendeta Samuel Pandie yakni terkait gereja yang dipanggil menjadi tanda pengharapan di tengah kerentanan. Ketika cuaca ekstrem mengancam, iman bukan alasan untuk nekat, melainkan kekuatan untuk saling menjaga. 

Mari jadikan akhir tahun ini momen memperbarui komitmen untuk lebih peka pada sesama, lebih cepat menolong, lebih ringan berbagi.

Kalau ada keluarga yang kesulitan, mari hadir. Kalau ada tetangga yang takut, mari menenangkan. Kalau ada potensi bencana, mari berkoordinasi dan bergerak bersama.

"Saudara-saudari, kita boleh merayakan, tetapi kita merayakan sebagai orang yang mengasihi. Kita boleh bersukacita, tetapi kita bersukacita dengan tanggung jawab. Kiranya Tuhan memberi kita hikmat menghadapi cuaca ekstrem, keteguhan menjaga keamanan dan ketertiban, dan hati yang tetap lembut untuk menjadi berkat bagi banyak orang," pungkasnya dalam pesan tersebut.

Sebagai penutup, ia juga menyampaikan kepada para jemaat untuk selamat menutup tahun 2025 dan memasuki tahun baru 2026 dengan doa, kewaspadaan, dan kasih yang nyata. (ria) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved