Pos Kupang Award 2025
Pos Kupang Award, Gubernur NTT Minta Tetap Kritis
Melki mengatakan ia telah mengajak perbankan maupun instansi terkait lainnya agar pola ekonomi NTT tidak sekadar konsumtif.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta Harian Pagi Pos Kupang agar tetap kritis
- Melki Laka Lena juga memberi selamat untuk para penerima Pos Kupang Award yang telah berkontribusi dan dedikasi dalam berbagai bidang di NTT
- Pos Kupang terus menunjukkan idealisme, independensi, dan menunjukkan profesionalisme lewat tulisan pengingat bagi Pemerintah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM KUPANG - Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta Harian Pagi Pos Kupang agar tetap kritis.
Gubernur Melki mengatakan, Pos Kupang selama ini terus mengawal berbagai progam dan tranformasi di NTT.
Ia cerita ketika bencana alam di pulau Flores beberapa tahun silam. Pemberitaan Pos Kupang menjadi rujukan yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami berterima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya yang selama 33 tahun terus mewarnai dsn berkontribusi dan mendukung pembangunan NTT dengan caranya," ujarnya, Selasa (16/12/2025) di Aston Kupang dalam acara Pos Kupang Award 2025.
"Lebih sering mengkritik dan itu bagus. Tugas pers harus menjadi watch dog nya pembangunan di NTT," tambah politikus Golkar itu.
Baca juga: Pos Kupang Award Jadi Panggung Apresiasi, Rayakan Transformasi dan Dedikasi untuk NTT
Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, selama ini Harian Pagi Pos Kupang terus memberikan berbagai kerja, dedikasi dan inovasi serta kontribusi nyata dari sisi jurnalistik untuk publik.
Melki juga menyampaikan terima kasih untuk Pemerintah Provinsi NTT dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.
Melki juga memberi selamat untuk para penerima Pos Kupang Award yang telah berkontribusi dan dedikasi dalam berbagai bidang di NTT.
"Khusus buat kami di Provinsi NTT salah satu tranformasi yang kami lakukan adalah kita mesti perbaiki format ekonomi NTT yang terlalu konsumtif, harus bergeser menjadi lebih produktif," katanya.
Melki mengatakan ia telah mengajak perbankan maupun instansi terkait lainnya agar pola ekonomi NTT tidak sekadar konsumtif.
Sebab, dalam defisit perdagangan NTT tahun 2024 berada di angka Rp 51 triliun. Artinya itu sangat tidak sehat.
"Turunnya transfer daerah, kami bersama Pemda tingkat II se-NTT. Kami mendorong agar kita kembali menggerakkan ekonomi berbasis potensi daerah, lokal," katanya dalam kegiatan bertajuk, Tranformasi Berkelanjutan".
Namun demikian, perlu ada proteksi dengan melahirkan pasar untuk wadah penjualan produk sehingga UMKM atau produk bisa tumbuh. Pemprov NTT memiliki progam mendukung itu diantaranya OVOP, OSOP, hingga OCOP maupun NTT Mart.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pos-Kupang-Award-2025.jpg)