Kamis, 23 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Warga SBD Mulai Pasang Pohon Natal di Lapangan Galatama

Masyarakat juga memulai menata taman Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
POHON NATAL - Umat Kristiani di Sumba Barat Daya (SBD) mulai membangun ornamen natal di berbagai lokasi publik termasuk di Lapangan Galatama. Gambar diabadikan pada Jumat (12/12/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Suasana Natal mulai terasa  di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur (NTT). Umat Kristiani di wilayah itu mulai membangun ornamel Natal di kediaman masing masing maupun di ruang publik.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM pada Jumat (12/12/2025), masyarakat Kota Tambolaka hingga km 9 Wewewa Timur mulai membersihkan halaman rumah dan mulai membangun pohon Natal.

Masyarakat juga memulai menata taman Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya.

Baca juga: 94 Peserta Ramaikan Lomba Hias Pohon Natal Tingkat Pemprov NTT

Pohon-pohon Natal dilengkapi dengan lampu-lampu menghiasai wajah Kota Tambolaka, Sumba Barat.

Itu menindaklanjuti permintaan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu agar umat kristiani menjadikan natal 2025 sebagat momentum wisata rohani.

Ia optimis perayaan Natal berjalan aman dan damai. Untuk itu, ia meminta masyarakat Sumba Barat Daya mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Natal 2025.

Lomba hias pohon Natal

Sejumlah pohon Natal dari  peserta lomba hias pohon Natal tingkat provinsi NTT mulai terpasang di ruas jalan El Tari Kupang, Sabtu (29/11/2025) malam. 

Pohon Natal ini dirangkai dan dipasang sejak dua hari lalu, mulai dari depan Kantor Gubernur NTT hingga alun-alun rumah jabatan gubernur.

Sejumlah pohon Natal yang dirangkai ini terdiri dari bahan-bahan daur ulang maupun dari bahan-bahan yang sangat mudah ditemui yakni dari botol bekas air mineral, kantong plastik, ban bekas, hingga buah lontar pun disulap untuk menjadi pohon Natal. 

Sampah daur ulang

Dalam pantauan reporter POS-KUPANG.COM pada malam ini, sejumlah pohon Natal yang dipajangkan berasal dari instansi pemerintahan lingkup Provinsi NTT hingga gereja-gereja pun turut meramaikan lomba ini. 

Ada pula pohon Natal yang sudah mencapai proses pengerjaan 100 persen maupun ada pula yang dalam proses pengerjaan dari tahap awal. 

Para peserta yang pun sangat sibuk untuk menempatkan pohon Natal pada lokasi, menghiasnya dengan pernak pernik hingga menerangi dengan lampu-lampu pohon Natal agar membuat pohon Natal itu menjadi bercahaya dan menjadi daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. 

Pemasangan pohon Natal ini juga menarik perhatian para pengendara yang melewati ruas jalan El Tari bahkan ada pula yang memelankan kendaraannya agar bisa mengamati pohon-pohon Natal tersebut. 

Pada hari ini pula, sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi bahwa pasokan listrik sudah dapat digunakan untuk kebutuhan listrik dari pohon Natal tersebut. 

Salah satu peserta lomba hias pohon Natal dari Gereja GMIT Petra Oepoi terlihat mulai memasang pohon Natalnya tepat di depan Kantor Kejaksaan Tinggi NTT. 

Pohon Natal yang terbuat dari bahan kantong plastik berwarna putih ini dihiasi dengan lampu warna warni hingga ornamen Natal yang terbuat dari bahan plastik lainnya. 

Ketua Panitia Perayaan Gereja GMIT Petra Oepoi, Marlon Henuk saat ditemui reporter POS-KUPANG.COM di sela-sela memasangan hiasan pada pohon Natal menjelaskan terkait ide hingga proses pembuatan pohon Natal tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa ia bersama para Jemaat Gereja GMIT Petra Oepoi yang berkisaran 50 sampai 60 orang yang tergabung dalam panitia untuk membuat pohon Natal ini mengaku bahwa fokus mereka yakni membuat pohon Natal dari bahan-bahan daur ulang yang tidak terpakai.

Marlon menambahkan proses pengerjaan pohon Natal itu dari tanggal 16 November hingga sampai saat ini, dari proses perancangan hingga proses pengerjaan dilakukan dalam waktu dua minggu

Kendala yang dihadapinya dalam proses pengerjaan pohon Natal ini menurutnya juga cukup banyak dari waktu yang dimiliki oleh para panitia dan jemaat yang membantu proses pengerjaan hingga cuaca yang sangat berpengaruh.

Marlon juga menceritakan terkait proses untuk membawa pohon Natal tersebut dari gereja hingga lokasi lomba yang ada di ruas jalan El Tari. 

Biasanya, untuk pohon Natal itu diangkut atau dibawa menggunakan kendaraan pick-up namun karena ukurannya cukup besar, para jemaat GMIT Petra Oepoi melakukan pemasangan roda dorong di bagian bawah pohon Natal agar bisa memudahkan proses pemindahan pohon Natal tersebut dengan cara berjalan kaki ke lokasi tempat dimana pohon itu diletakkan sembari mendorongnya. 

Selain kantong plastik bekas yang digunakan untuk pohon Natal, ornamen-ornamen Natal pelengkap juga terbuat dari barang bekas seperti ban bekas, sisa pohon lontar, kayu bekas yang tak terpakai hingga helm bekas pun diubah menjadi ornamen Natal yang indah. 

" Kami menggunakan kantong plastik bekas, ban bekas, sisa-sisa pohon lontar, galon bekas dan helm bekas menjadi santa klaus, rusa yang kami buat itu dari packing barang RB, jadi bahan dasar bekas yang kami sangat bervariatif," katanya. 

Ia menyampaikan sejauh ini sudah 70 persen dari pemasangan pohon Natal yang akan dilibatkan dalam lomba hias pohon Natal. 

Marlon juga menyampaikan agar perayaan Natal tahun ini lebih meriah dan berhikmat karena dihiasi oleh pohon Natal 

"Harapannya adalah sampah-sampah yang terbuang dapat di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan perayaan Natal tahun ini akan lebih meriah dan berhikmat karena dihiasi pohon Natal," tambahnya.

Diperkirakan ada 94 pohon Natal yang tersebar di sepanjang jalan El Tari serta menjadi peserta dalam lomba hias pohon Natal tingkat Provinsi NTT. (pet/ria)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved