Jumat, 24 April 2026

Hari Raya Natal 2025

BI NTT Buat Pohon Natal dari Uang, Simbol Harapan dan Pembaruan

LOMBA pohon Natal yang digelar sepanjang jalan El Tari Kota Kupang, Provinsi NTT, tahun 2025 ini kembali dilakukan.

POS-KUPANG.COM/
POHON NATAL TERMAHAL - Pohon Natal Termahal di Kota Kupang Menjelang Natal yang dibuat Oleh Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur di halaman kantornya, Jalan El Tari Kupang 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - LOMBA pohon Natal yang digelar sepanjang jalan El Tari Kota Kupang tahun ini kembali dilakukan. Untuk tahun 2025 ini terlihat semakin semarak. Puluhan, bahkan ratusan pohon Natal yang dibuat dari berbagai lembaga, gereja dan komunitas menghiasi sepanjang jalur protokol tersebut.

Namun lomba Pohon Natal kali ini terasa berbeda. Di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) berdiri sebuah pohon Natal raksasa menjulang dan menjadi pusat perhatian setiap pengunjung yang melintas. 

Bukan hanya karena ukurannya yang tinggih, tetapi karena material pembuatannya yang tak biasa. Bahkan disebut-sebut sebagai pohon Natal termahal di Kota Kupang.

Pohon monumental ini sepenuhnya dibangun dari uang rupiah tidak layak edar yang telah dimusnahkan. Material bernilai yang sebelumnya dianggap limbah itu kini menjelma menjadi karya seni berwujud pohon Natal daur ulang yang sarat makna, pesan, dan simbolisme.

Berdasarkan pengamatan Pos Kupang pada Kamis (4/12), struktur pohon ini berbentuk kerucut raksasa dengan rangka kuat yang dibalut kaca transparan di setiap sisinya. 

Di balik kaca, ribuan gulungan kecil bertekstur kasar hasil cacahan lembaran rupiah yang dimusnahkan tertata presisi dari dasar hingga ke pucuk. Gulungan-gulungan tersebut membentuk gradasi warna mulai dari biru keabu-abuan hingga merah muda, menciptakan pola visual yang artistik dan modern.

Pada beberapa lapisan, gulungan merah muda disusun melingkar layaknya cincin dekoratif, memberikan kesan ritmis dan elegan.  Bagian dasar tampak lebih padat dengan warna merah muda, mempertegas pondasi visual yang kokoh, sementara bagian puncak didominasi biru keabu-abuan yang membuatnya tampak semakin runcing dan megah. 

Bagian luarnya dipercantik dengan anyaman bambu, ornamen berbentuk kelopak atau sayap, dan hiasan bunga sakura artifisial yang memberi kesan meriah sekaligus damai.  

Kombinasi estetika tradisional dan modern tersebut membuat pohon ini bukan sekadar dekorasi, tetapi karya seni bernilai budaya. Pohon Natal daur ulang ini dirancang bukan untuk memamerkan kemewahan.

Lembaran rupiah yang dulunya berputar di tangan jutaan masyarakat melayani transaksi kebutuhan harian hingga usaha besar kini telah kehilangan nilai nominalnya setelah dimusnahkan. Namun melalui kreativitas, material itu kembali memiliki makna baru.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menjelaskan secara detail filosofi di balik pembuatan pohon Natal ini. Menurutnya, uang rupiah yang beredar di masyarakat secara rutin disortir melalui proses pengolahan di BI. Uang layak edar dikembalikan ke masyarakat melalui perbankan. Sedangkan uang tidak layak edar dimusnahkan dan berubah menjadi limbah operasional yang bernilai rupiah nol.

“Namun alih-alih menjadi limbah, dalam Natal kali ini bahan-bahan tersebut diolah kembali menjadi simbol harapan, pembaruan, dan kehidupan yang baru,” ujarnya, Kamis (4/12/2025). 

Ia menambahkan, setiap potongan uang mencerminkan perjalanan panjang rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Pohon itu, kata Didiet, juga menjadi pengingat bahwa bahwa bentuk dan nilai boleh berubah, namun tetap dapat memberi manfaat. Apa yang dianggap tidak layak pakai pun dapat membawa terang. Pembaruan selalu mungkin terjadi.

BI NTT berharap pohon ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli lingkungan dan melihat potensi dalam setiap hal, bahkan yang tampak tidak berguna sekali pun.

Melalui pesan yang tertera pada pohon tersebut, BI NTT menyampaikan harapan agar masyarakat menyambut Natal dengan damai dan penuh pengharapan. “Selamat menyambut Natal. Semoga terang Kristus memberi damai, menyatukan kita, dan menuntun bangsa ini ke masa depan yang penuh pengharapan,” tulis pihak BI NTT dalam pesan yang tertera pada pohon tersebut. (iar) 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved