Keracunan MBG di Ngada
82 Siswa Pusing Usai Makan Ikan, Dirawat di RSUD Bajawa
Ratusan anak di Kabupaten Ngada dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis.
Ringkasan Berita:
- Ratusan anak di Kabupaten Ngada dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis.
- Ratusan siswa tersebut memenuhi UGD RSUD Bajawa dalam kondisi deman, kepala pusing dan ada yang kejang-kejang.
- Siswa-siswi tersebut berasal dari SD Katolik Regina Pacis Bajawa dan SDI Watu Rutu, Kelurahan Lebi Jaga, Kecamatan Bajawa. Tampak petugas medis sibuk dan sigap melayani para siswa-siswi tersebut. Sejumlah anak berteriak kesakitan.
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Ratusan anak di Kabupaten Ngada dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis.
Pantauan Pos Kupang, Rabu (26/11/2025), ratusan anak SD tersebut memenuhi UGD RSUD Bajawa dalam kondisi deman, kepala pusing dan ada yang kejang-kejang.
UGD RSUD Bajawa juga didatangi orangtua siswa. Para orangtua terlihat panik dan melihat kondisi anak mereka masing-masing.
Siswa-siswi tersebut berasal dari SD Katolik Regina Pacis Bajawa dan SDI Watu Rutu, Kelurahan Lebi Jaga, Kecamatan Bajawa. Tampak petugas medis sibuk dan sigap melayani para siswa-siswi tersebut. Sejumlah anak berteriak kesakitan.
Sementara anak-anak lain yang mendapatkan perawatan di rumah masing-masing diajurkan untuk datang di RSUD guna melakukan pengecekan kesehatan mereka.
Jumlah siswa yang terdampak masing-masing terdiri dari 59 siswa SD Katolik Regina Pacis Bajawa dan 23 siswa dari SDI Waturutu. Jadi total keseluruhannya mencapai 82 siswa. Sementara itu, lima siswa lainnya masih dalam pemantauan lanjutan.
Kepala SPPG Kabupaten Ngada, Randy Lalu menjelaskan, pihak RSUD masih melakukan pemeriksaan mendalam sebelum memastikan penyebabnya. Sampel makanan telah diambil dan akan dikirim ke laboratorium di Sikka.
“Kami belum bisa menyimpulkan, hasil akan dibawa ke lab di Sikka. Tetapi dugaan kami ini ada keracunan ikan,” ujar Randy saat ditemui di RSUD Bajawa.
Randy menerangkan, ikan yang dikonsumsi siswa berasal dari dapur MBG Bogenga, Kecamatan Bajawa, dengan menu ikan tuna dan anakan tongkol. “Hari ini menu yang mereka konsumsi ikan jenis tuna. Namun, kami masih mengecek lebih lanjut apakah semua tuna atau termasuk anakan tongkol,” tambahnya.
Dapur SPPG Bolonga, Kecamatan Bajawa yang memasok makanan tersebut berada di bawah Yayasan Mutiara Karya Permai dan melayani 1.280 penerima manfaat pada 10 sekolah, mulai dari TK, SD hingga SMP di Kota Bajawa.
Ikan dari Riung
Ahli gizi Dapur Bolonga, Maria Yolanda Aleksandria Maun, mengatakan indikasi awal terjadinya dugaan keracunan makanan mengarah pada kualitas ikan dari suplayer tangan pertama, terutama pada bagian penyimpanan.
“Kemungkinan dugaan itu berasal dari suplayer tangan pertama. Tempat penyimpanan yang tidak steril yang bisa menyebabkan ikan menjadi gatal,” ujar Maria.
Ia menjelaskan, ikan diterima dari pemasok pada Selasa pukul 16.25 Wita, dan langsung dibersihkan. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan tekstur luar sebelum proses pengolahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keracunan-MBG-di-TTU.jpg)